Kemenhut Ingatkan Karhutla Masih Mengintai hingga November, Kalbar Diminta Waspada

PONTIANAK POST - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu diwaspadai dalam beberapa pekan ke depan. Kementerian Kehutanan memperkirakan kondisi rawan dapat berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November 2026 seiring mundurnya hujan alami.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan kondisi kering tersebut dipengaruhi El Nino yang masih berintensitas sangat kuat.
Raja Juli merujuk pemutakhiran informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan hujan alami diperkirakan datang lebih lambat dibandingkan perkiraan sebelumnya.
“Revisi BMKG yang awalnya di awal Oktober sudah akan ada hujan alami, namun nampaknya hujan alami itu baru akan turun di akhir Oktober bahkan di awal November,” kata Raja Juli seusai rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Rabu (16/9).
El Nino Masih Sangat Kuat
Menurut Raja Juli, kondisi tersebut membuat kewaspadaan terhadap karhutla perlu dipertahankan selama beberapa pekan mendatang.
“Artinya El Nino yang sangat kuat, El Nino yang sama dengan El Nino pada tahun 2015, ini akan masih bersama kita lebih kurang satu setengah bulan lagi,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta masyarakat ikut mencegah munculnya kebakaran baru selama periode kering.
“Saya mohon sekali ya, terutama disampaikan kepada teman-teman, kepada masyarakat, seperti saya katakan tadi karhutla ini masih akan bersama kita sampai Oktober atau awal November,” ucap Menhut.
Raja Juli juga mengingatkan masyarakat, petani, maupun korporasi agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu karhutla.



