PONTIANAK POST – Lamanya hari tanpa hujan yang melanda Kabupaten Sanggau mulai berdampak terhadap sektor pertanian. Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (DKPTPHP) Kabupaten Sanggau mencatat adanya penurunan produksi sejumlah komoditas pertanian akibat kekeringan yang terjadi di sejumlah sentra pertanian.
Kepala DKPTPHP Kabupaten Sanggau, Kubin, mengatakan kondisi tersebut terutama berdampak terhadap tanaman padi dan sayur-sayuran yang sangat bergantung pada ketersediaan air. "Ya, ada pengaruh penurunan terhadap produksi pertanian lokal kita, seperti padi misalnya," kata Kubin kepada wartawan, Kamis (3/9).
Meski terjadi penurunan produksi, Kubin bersyukur hingga saat ini belum ditemukan tanaman padi yang mengalami puso atau gagal panen akibat kekeringan. Menurutnya, kondisi tanaman padi, khususnya yang berada di area persawahan, masih relatif aman. Selain itu, sebagian petani baru selesai melaksanakan panen sehingga masih memiliki cadangan gabah.
Baca Juga: Karhutla di Jangkang-Sanggau, 0,8 Hektare Lahan Terbakar Berhasil Dipadamkan
"Kondisi tanaman padi, terutama di sawah, saat ini belum berdampak puso. Petani juga baru selesai panen dan masih memiliki stok gabah yang disimpan. Saya yakin belum sampai pada kondisi krisis pangan," ujarnya.
Tak hanya tanaman padi, produksi sayur-sayuran juga ikut terdampak. Minimnya ketersediaan air membuat petani harus lebih berhati-hati dalam menjaga tanaman agar tidak mengalami kekeringan. "Kasusnya sama dengan padi. Tanaman sayur juga dipengaruhi ketersediaan air untuk menyiram tanaman," jelas Kubin.
Menghadapi kondisi tersebut, para petani diimbau menyesuaikan aktivitas bercocok tanam dengan ketersediaan air. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengurangi volume tanam agar kebutuhan air dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
"Kemarau ini memang berdampak terhadap pertanian kita. Harapan kita semoga petani kita tetap stabil dalam memenuhi pasokan," pungkasnya. (agg)
Editor : Miftahul Khair