PONTIANAK POST - Bupati Sanggau Yohanes Ontot menegaskan, kerukunan umat beragama merupakan pondasi utama dalam menjaga stabilitas daerah dan keberlanjutan pembangunan
"Pemerintah daerah bersama FKUB memiliki tanggungjawab strategis dalam memelihara, memberdayakan forum serta memfasilitasi pendirian rumah ibadah," kata Bupati Sanggau, Yohanes Ontot saat membuka rapat koordinasi FKUB se-Kabupaten Sanggau di ruang daranante Sekretariat daerah, Kamis (3/9).
Dikatakannya, hal ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Kabypaten Sanggau untuk mewujudkan Sanggau mau berkelanjutan dan berkeadilan "Kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dengan kemajuan fisik tapi juga terpeliharanya ketentraman dan keharmonisan sosial hidup bermasyarakat," ujarnya.
Baca Juga: Dampak Kekeringan di Sanggau: Produksi Pertanian Menurun, Petani Andalkan Stok Gabah
Untuk mewujudkan itu, lanjutnya, Pemerintah bersama FKUB harus mampu mewujudkan nilai-nilai keadilan dan memastikan seluruh pemeluk agama mendapatkan hak, perlindungan dan kesetaraan yang sama dalam menjalankan ibadahnya. "Tidak boleh ada dikriminasi, semua pemeluk agama harus diperlakukan sama," tegasnya.
Dihadapan para tokoh agama yang tergabung dalam FKUB itu, Bupati Ontot menekan beberapa point penting. Pertama, penguatan sinergi hingga tingkat Kecamatan. Menurutnya peran FKUB tidak boleh berhenti hanya di tingkat Kabupaten. Kerjasama antara Camat dan FKUB Kecamatan sangat krusial guna mendeteksi dini serta menyelesaikan dinamika sosial di masyarakat secara cepat dan damai.
Kedua, lanjutnya, Kedepankan musyawarah dan kebijaksanaan. Dalam mengelola keberagaman dan menyelesaikan isu kerukunan, prioritaskan dialog terbuka dan musyawarah demi memciptakan keadilan bagi seluruh pihak.
Ketiga, sosialisasikan peraturan. Pastikan pemahaman terkait pendirian rumah ibadah dan kerukunan beragama tersampaikan dengan baik dan transparan kepada seluruh lapisan masyarakat. Dan keempat, komitmen pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga: Karhutla di Jangkang-Sanggau, 0,8 Hektare Lahan Terbakar Berhasil Dipadamkan
"Jadikan toleransi dan kerukunan sebagai modal utama dalam mendukung keberlanjutan pembangunan daerah yang aman, tentram dan kondusif," pungkasnya. (Agg).
Editor : Miftahul Khair