Karhutla Sanggau-Sekadau Mulai Terkendali, Dandim Apresiasi Sinergi Satgas Gabungan

Agung Rajali Saputra • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 18:20 WIB
Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya menyampaikan apresiasi kepada Satgas Gabungan yang terlibat dalam penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Sanggau dan Sekadau (05/09/2026). (ISTIMEWA) 
Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya menyampaikan apresiasi kepada Satgas Gabungan yang terlibat dalam penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Sanggau dan Sekadau (05/09/2026). (ISTIMEWA) 

PONTIANAK POST – Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Sanggau dan Sekadau mulai menunjukkan perkembangan positif. Aktivitas hotspot yang sebelumnya masih tinggi dan fluktuatif kini cenderung lebih terkendali, seiring meningkatnya sinergi seluruh unsur dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla.

Kondisi tersebut disampaikan Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya, S.I.P., Sabtu (5/9/2026).

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Satgas Gabungan dan pihak terkait yang telah bekerja keras dalam mengendalikan Karhutla di dua wilayah tersebut.

“Pada kondisi awal, aktivitas hotspot di wilayah Sanggau dan Sekadau masih cukup tinggi dan fluktuatif, dengan temuan harian berkisar belasan hingga puluhan titik. Setelah dilakukan verifikasi di lapangan, sebagian titik tersebut terkonfirmasi sebagai firespot (FS) yang memerlukan penanganan secara cepat dan terpadu,” ujar Nurrachman.

Berdasarkan pemantauan dan verifikasi lapangan, aktivitas hotspot saat ini menunjukkan kecenderungan menurun dan lebih terkendali, dengan rata-rata berada pada kisaran belasan titik per hari.

Sementara itu, jumlah firespot yang terkonfirmasi berada di bawah jumlah hotspot yang terdeteksi. Titik-titik yang terkonfirmasi tersebut terus dipantau dan ditangani secara intensif oleh petugas gabungan di lapangan.

Menurut Dandim, perkembangan positif tersebut tidak terlepas dari kerja keras dan sinergi berbagai unsur. Mulai dari TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, hingga unsur terkait lainnya.

“Kami juga mendapatkan dukungan dari Korem dan Kodam, pimpinan TNI, BPBD Provinsi, serta BNPB Pusat, baik berupa dukungan personel, alkap dan material, anggaran, maupun berbagai upaya penanganan lainnya, termasuk dukungan modifikasi cuaca,” jelasnya.

Meski kondisi Karhutla mulai terkendali, Nurrachman mengingatkan seluruh pihak untuk tidak lengah. Pasalnya, musim kemarau masih berlangsung sehingga potensi munculnya titik api tetap terbuka.

Karena itu, kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh unsur harus terus dipertahankan, terutama dalam melakukan deteksi dini dan penanganan terhadap titik api.

Dandim juga mengimbau masyarakat agar menghentikan praktik pembakaran lahan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Apabila menemukan titik api, segera laporkan dan lakukan penanganan sedini mungkin sesuai kemampuan dan prosedur yang berlaku. Keberhasilan mengendalikan Karhutla adalah keberhasilan kita bersama,” tegasnya.

Ia mengajak masyarakat Sanggau dan Sekadau untuk semakin peduli terhadap lingkungan serta bersama-sama memperkuat upaya pencegahan Karhutla.

“Dengan sinergi, kepedulian masyarakat, kerja keras seluruh unsur, dan tentunya atas pertolongan Tuhan Yang Maha Esa, mari kita jaga Sanggau dan Sekadau agar tetap aman dari ancaman Karhutla,” pungkasnya. (Agg)

Editor : Hanif
Dandim 1204/Sanggau sanggau satgas gabungan sekadau karhutla