PONTIANAK POST – Tim gabungan bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Desa Malenggang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Minggu (6/9).
Penanganan dilakukan Koramil 1204-02/Sekayam bersama Polsek Sekayam, Manggala Agni dan masyarakat setelah terdeteksi satu titik hotspot di wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, lahan yang terbakar diperkirakan seluas 0,4 hektare. Sebanyak lima personel Koramil 1204-02/Sekayam, lima personel Polsek Sekayam, empat personel Manggala Agni dan satu warga dikerahkan untuk melakukan pemadaman.
Baca Juga: Kemenhut Perkuat Jalur Pelaporan Penyelamatan Satwa Terdampak Karhutla
Berkat gerak cepat tim gabungan, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan. Personel kemudian melanjutkan kegiatan dengan melakukan patroli pencegahan di sekitar lokasi guna memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.
Dalam kegiatan patroli tersebut, Koramil 1204-02/Sekayam mengerahkan lima personel, Polsek Sekayam lima personel, Manggala Agni dua personel dan satu orang masyarakat.
Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya, mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan Karhutla tersebut. “Kami mengapresiasi sinergi seluruh unsur di lapangan yang dengan cepat melakukan pemadaman sehingga api dapat segera dikendalikan. Pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terlebih saat kondisi cuaca dan lingkungan masih rawan terhadap kebakaran. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada aparat terdekat agar dapat ditangani sedini mungkin,” tegasnya.
Baca Juga: GAPKI Apresiasi Inpres Penguatan Penanganan Karhutla, Tegaskan Komitmen Perusahaan Sawit
Setelah api berhasil dipadamkan, kondisi di wilayah Desa Malenggang terpantau aman. Tidak ditemukan lagi titik panas atau hotspot di sekitar lokasi. Patroli dan pemantauan akan terus dilakukan tim gabungan sebagai langkah antisipasi guna mencegah munculnya kembali Karhutla. (agg)
Editor : Miftahul Khair