Hotspot Sekayam Terdeteksi di Lahan 0,8 Hektare, Petugas Pastikan Api Sudah Padam

Agung Rajali Saputra • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 13:04 WIB

 

Petugas Polsek Sekayam bersama personel BKO Korbrimob Polri, Manggala Agni dan masyarakat melakukan pengecekan titik panas (hotspot) di Dusun Malenggang, Desa Malenggang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau. (4/9).(ISTIMEWA)
Petugas Polsek Sekayam bersama personel BKO Korbrimob Polri, Manggala Agni dan masyarakat melakukan pengecekan titik panas (hotspot) di Dusun Malenggang, Desa Malenggang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau. (4/9).(ISTIMEWA)

PONTIANAK POST  - Titik panas (hotspot) yang terdeteksi di Dusun Malenggang, Desa Malenggang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, telah diverifikasi petugas dan dipastikan padam. Pengecekan dilakukan Polsek Sekayam bersama personel BKO Korbrimob Polri, Manggala Agni dan masyarakat, Jumat (4/9). Petugas mendatangi lokasi setelah titik panas terpantau melalui aplikasi BRIN Fire Hotspot.

Kapolsek Sekayam AKP Dr. Sutikno mengatakan petugas menemukan satu titik panas pada lahan sekitar 0,8 hektare. Verifikasi dilakukan sekitar pukul 13.00 hingga 14.00 WIB.

“Setiap titik panas yang terpantau tetap perlu kita pastikan kondisinya di lapangan. Hari ini kami melakukan pengecekan langsung dan hasilnya api sudah padam,” kata Sutikno.

 Baca Juga: Gercep Tangani Karhutla Sekayam, Dandim 1204/Sanggau Puji Sinergi Tim Gabungan

Menurut keterangan warga, lahan tersebut disiapkan untuk pertanian, termasuk penanaman padi, cabai dan jagung. Pembakaran dilakukan secara gotong royong oleh petani menggunakan peralatan sederhana dan disebut telah dikoordinasikan dengan pengurus desa serta adat. Sutikno mengingatkan warga tidak meninggalkan api setelah beraktivitas di lahan, terutama selama musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran. 

Berdasarkan aplikasi BRIN Fire Hotspot, titik tersebut berada dalam kategori Medium. Polsek Sekayam dan unsur terkait akan terus menindaklanjuti setiap informasi hotspot melalui verifikasi lapangan guna mencegah api berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Sinergi antara kepolisian, Korbrimob Polri, Manggala Agni, perangkat desa dan masyarakat sangat penting,” ujarnya. (Agg)

Editor : Miftakhair
sanggau musim kemarau titik panas Hotspot pembakaran