77 Personel Berjibaku Padamkan Karhutla Tayan Hilir

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 00:33 WIB
BURU BARA: Personel gabungan memadamkan karhutla di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Minggu (13/9). Sebanyak 77 personel dikerahkan untuk mengendalikan kebakaran seluas sekitar 0,8 hektare di Desa Kawat dan Desa Pedalaman. FOTO: POLRES SANGGAU
BURU BARA: Personel gabungan memadamkan karhutla di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Minggu (13/9). Sebanyak 77 personel dikerahkan untuk mengendalikan kebakaran seluas sekitar 0,8 hektare di Desa Kawat dan Desa Pedalaman. FOTO: POLRES SANGGAU

 

PONTIANAK POST – Sebanyak 77 personel gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dua lokasi Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Minggu (13/9). Kebakaran melanda lahan seluas sekitar 0,8 hektare di Desa Kawat dan Desa Pedalaman.

Pemadaman dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Tim tidak hanya menyiram api di permukaan, tetapi juga memburu bara yang tersimpan di balik vegetasi agar kebakaran tidak kembali meluas.

Empat Kendaraan Angkut 23 Ribu Liter Air

Lokasi pertama berada di Bukit Gunung Emas, Dusun Seraya, Desa Kawat. Sebanyak 40 personel diterjunkan untuk menangani sisa kebakaran di lahan seluas sekitar 0,5 hektare.

Tim dipimpin Kapolsek Tayan Hilir Iptu Kusdarwanto. Pemadaman melibatkan Polsek Tayan Hilir, Yon TP, Koramil Tayan Hilir, PT Antam, PT ICA, KPH Sanggau Barat, BPBD Sanggau, pemerintah kecamatan, dan warga.

Empat kendaraan dengan total kapasitas tangki 23 ribu liter air dikerahkan. Armada tersebut terdiri atas kendaraan Polsek Tayan Hilir berkapasitas 1.000 liter, dua kendaraan Yon TP yang masing-masing membawa 10 ribu liter, serta kendaraan relawan dengan tangki 2.000 liter.

Satu kendaraan Koramil 1204-07/Tayan Hilir juga membantu operasi. Tim harus menghadapi vegetasi rapat dengan ketebalan sekitar 25–30 sentimeter di atas tanah mineral.

Embung Terpal Menjadi Sumber Air

Pada saat bersamaan, 37 personel memadamkan karhutla seluas sekitar 0,3 hektare di Dusun Pedalaman, Desa Pedalaman. Mereka berasal dari kepolisian, TNI, Damkar Sanggau, PT Antam, PT ICA, pemerintah kecamatan, dan masyarakat.

Pemadaman didukung mobil damkar PT ICA dengan tangki berkapasitas 6.000 liter, dua kendaraan PT Antam, serta dua mesin pompa Robin. Pemerintah Desa Pedalaman menyediakan embung terpal sebagai sumber air.

Vegetasi rapat setebal 10–15 sentimeter menyulitkan pemadaman. Petugas harus memastikan bara dan titik panas di balik tumpukan tumbuhan benar-benar padam.

“Yang paling penting adalah memastikan bara yang masih tersisa tidak berkembang dan meluas ke area lain,” ujar Kusdarwanto.

Menurut dia, penanganan karhutla membutuhkan dukungan lintas sektor. Ketersediaan personel, sumber air, kendaraan, dan mesin pemadam menjadi faktor penting ketika api muncul di lokasi yang sulit dijangkau.

“Penanganan kebakaran ini tidak bisa dilakukan sendiri. Kami bersama TNI, pemerintah daerah, perusahaan, petugas kehutanan, pemadam kebakaran, dan masyarakat bergerak bersama agar api dapat segera dikendalikan,” katanya.

Penyebab Kebakaran Belum Diketahui

Penyebab kebakaran di kedua lokasi tersebut masih belum diketahui. Polisi menyebut area yang terbakar merupakan kawasan hutan dan lahan adat yang belum dimiliki secara perseorangan.

Tim gabungan masih memantau lokasi untuk mengantisipasi kemunculan titik api baru. Kondisi vegetasi yang kering membuat api berpotensi kembali menyala apabila masih terdapat bara.

Kusdarwanto mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Api di tengah vegetasi kering dapat berkembang cepat dan mengancam kesehatan, aktivitas warga, serta kualitas lingkungan.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
kebakaran lahan Sanggau karhutla Tayan Hilir Bukit Gunung Emas pemadaman karhutla Kalbar polres sanggau