PONTIANAK POST – Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan dan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi Kabupaten Sanggau melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Sanggau, Senin (28/9).
Sidak dilakukan untuk memastikan kelancaran, keamanan, ketertiban, serta kepastian pelayanan kepada masyarakat dalam mendapatkan BBM bersubsidi secara tepat sasaran.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkop dan UM) Kabupaten Sanggau, Nurtiati, mengatakan pengawasan perdana menyasar tiga SPBU, yakni SPBU Engkayas, SPBU Bunut, dan SPBU Sungai Mawang.
Baca Juga: Antrean BBM Mengular di Sintang, Kapolres Minta Kapasitas SPBU Diperhatikan
“Untuk tahap pertama kita melakukan pengawasan dengan sasaran hari ini, yakni di SPBU Engkayas, SPBU Bunut dan SPBU di Sungai Mawang. Ini pengawasan awal terkait hal-hal yang terjadi di lapangan seperti apa,” kata Nurtiati kepada wartawan di sela-sela pengawasan.
Berdasarkan pantauan di SPBU Engkayas, terlihat antrean kendaraan roda empat cukup panjang hingga mencapai ratusan meter. Sementara antrean kendaraan roda dua relatif tidak terlalu panjang.
Nurtiati mengatakan, SPBU Engkayas pada hari tersebut hanya menerima pasokan sebanyak 8 kiloliter (KL) BBM. Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bersama pihak Pertamina.
“Kami melihat pihak pengelola hari ini hanya menerima 8 KL. Ini menjadi evaluasi kita bersama Pertamina. Catatan kami tadi, hanya satu nozzle yang dibuka, sementara satunya lagi tidak dibuka. Kami minta jika memang antreannya sudah terlalu panjang, dibuka saja nozzle yang satunya,” pintanya.
Baca Juga: Dua SPBU di Sekadau Padat Bersamaan, Antrean Meluber hingga Badan Jalan
Menurutnya, SPBU Engkayas sebenarnya telah mengajukan permintaan pasokan sesuai kebutuhan harian. Namun, Pertamina hanya dapat mendistribusikan 8 KL karena adanya keterbatasan armada yang menyalurkan BBM ke sejumlah SPBU.
Meski demikian, dari hasil pengawasan sementara, kondisi pelayanan di SPBU Engkayas dinilai masih berjalan cukup normal.
“Untuk hari ini pantauan kita cukup normal, melihat dari kesesuaian barcode dan antrean kendaraan,” ujarnya.
Nurtiati menambahkan, hasil pengawasan perdana tersebut selanjutnya akan dievaluasi untuk melihat dampaknya terhadap kelancaran distribusi dan pelayanan BBM kepada masyarakat.
“Dari evaluasi ini nantinya akan jadi barometer bagi pihak kecamatan untuk melakukan pengawasan bersama Satgas BBM di wilayahnya masing-masing,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Satgas BBM yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sanggau, Herkulanus Heri Purnama, menegaskan pengawasan tersebut bukan untuk mencari target operasi.
Baca Juga: Antrean SPBU Panjang, Pemkab Sintang Minta Pertamina Benahi Distribusi Pertalite
Menurutnya, kehadiran Satgas lebih kepada memberikan peringatan kepada pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan situasi distribusi BBM untuk kepentingan pribadi.
“Kami tegaskan kepada masyarakat bahwa BBM bersubsidi ini diperuntukkan bagi masyarakat dan sektor-sektor yang berhak menerima. Ini juga sebagai upaya mencegah terjadinya penyalahgunaan, penimbunan, pelangsiran dan kegiatan lain yang mengganggu kelancaran distribusi BBM bersubsidi kepada masyarakat yang berhak menerima,” tegasnya. (agg)
Editor : Miftahul Khair