PONTIANAK POST – Anggota DPRD Kabupaten Sekadau, H. Abang Nasir (61), meninggal dunia setelah sepeda motor Yamaha Mio berwarna putih yang dikendarainya terlibat kecelakaan dengan truk tangki Mitsubishi Fuso berwarna kuning di Jalan Merdeka Timur, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 11.43 WIB.
Korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat mengalami luka berat pada bagian kepala.
Bermula Saat Keluar dari Kawasan Warkop Pondok Indah
Plt Kasi Humas Polres Sekadau IPDA Iwan Kurniawan, mewakili Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama, menjelaskan kecelakaan bermula ketika Abang Nasir keluar dari kawasan Warkop Pondok Indah.
Saat itu, korban hendak memasuki Jalan Merdeka Timur dan bergerak menuju arah Sintang.
"Diduga saat memasuki jalan raya, pengendara sepeda motor tidak memperhatikan arus lalu lintas dari arah belakang. Pada saat bersamaan, truk tangki Mitsubishi Fuso yang dikemudikan Juliansyah (38) melaju dari arah Sanggau menuju Sintang," kata IPDA Iwan.
Jarak Sudah Dekat, Tabrakan Tak Terhindarkan
Menurut hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, jarak antara sepeda motor dan truk tangki saat itu sudah terlalu dekat.
Akibatnya, tabrakan tidak dapat dihindari. Pengendara sepeda motor mengalami luka berat pada bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan pengemudi truk tidak mengalami luka.
Polisi Masih Dalami Penyebab Pasti Kecelakaan
Unit Gakkum Satlantas Polres Sekadau masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan dan melengkapi proses penyidikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Polres Sekadau juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya H. Abang Nasir, anggota DPRD Kabupaten Sekadau periode 2024–2029 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga menjabat Ketua DPC PPP Kabupaten Sekadau.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Abang Nasir. Semoga almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," ujar IPDA Iwan. **