PONTIANAK POST - Pelatih Cesc Fabregas mengaku bangga dengan performa Como 1907 meski kalah dramatis 3-4 dari Inter Milan dalam laga sengit Serie A, Minggu (12/4/2026).
Dalam duel tujuh gol tersebut, klub milik taipan Indonesia ini sempat unggul dua gol sebelum akhirnya dibalikkan Inter lewat permainan klinis di babak kedua.
Fabregas menegaskan timnya telah memberikan perlawanan nyata kepada pemuncak klasemen.
Baca Juga: Bek Como Jadi Rebutan London! Arsenal Siap Bayar Mahal Jacobo Ramon Demi Saliba Punya Tandem Baru
“Tim saya sekali lagi menunjukkan keberanian, keinginan kuat, dan karakter, bahkan saat kalah,” ujarnya kepada DAZN Italia.
Como membuka laga dengan impresif melalui gol Alex Valle dan Nico Paz.
Namun, Inter membalas lewat dua gol Marcus Thuram dan dua gol Denzel Dumfries untuk memastikan kemenangan 4-3.
Penalti Lucas Da Cunha di akhir laga tak cukup menyelamatkan tuan rumah.
Mentalitas Jadi Pembeda
Fabregas menilai perubahan momentum lebih dipengaruhi faktor mental ketimbang taktik.
Ia menyoroti gol balasan Inter di akhir babak pertama sebagai titik balik pertandingan.
“Anda bisa bicara taktik sepanjang hari, tapi pada akhirnya mentalitas yang membuat perbedaan,” kata Fabregas.
“Gol itu datang karena miskomunikasi, dan setelah itu Inter menunjukkan kualitasnya.”
Ia juga menekankan bahwa Como mampu menciptakan banyak peluang melawan tim sekelas Inter.
“Tidak banyak tim yang bisa melepaskan 20 tembakan ke gawang Inter. Itu bukti kami berkembang,” tambahnya.
Baca Juga: Jadwal Final FIFA Series 2026: Timnas Indonesia Tantang Bulgaria di GBK
Bukti Progres Tim Muda
Fabregas menyebut performa ini sebagai langkah penting dalam proses perkembangan tim yang relatif muda.
Ia bahkan membandingkan situasi saat ini dengan dua tahun lalu.
“Kalau dua tahun lalu ada yang bilang kami bisa menantang Inter seperti ini, saya pikir itu cuma laga uji coba,” ujarnya.
“Sekarang kami bertarung di level yang sama.”
Baca Juga: Timnas Indonesia Siap Tampil di FIFA Series 2026, Ini Jadwal Lengkap dan Skema Pertandingannya
Meski kalah, Fabregas menegaskan kesalahan adalah bagian dari proses belajar.
Ia juga menolak terlalu fokus pada posisi klasemen dan memilih menilai performa tim secara keseluruhan.
Hasil ini membuat Como turun ke posisi lima klasemen sementara Serie A, terpaut dua poin dari Juventus dalam perebutan tiket Liga Champions yang semakin ketat.
Enam pertandingan tersisa akan menjadi penentu nasib mereka musim ini.(*)
Editor : Budi Miank