PONTIANAK POST - Pelatih Cristian Chivu memuji mentalitas Inter Milan saat bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Como 1907 dengan skor 4-3 dalam lanjutan Serie A, Minggu (12/4/2026) waktu setempat.
Kemenangan dramatis ini sekaligus mempertegas posisi Inter di puncak klasemen.
Inter sempat tertinggal 0-2 lewat gol Alex Valle dan Nico Paz, sebelum akhirnya membalikkan keadaan melalui dua gol Marcus Thuram dan dua gol Denzel Dumfries.
“Kami kesulitan di awal, tapi gol pertama memberi kepercayaan diri untuk bangkit,” ujar Chivu kepada DAZN Italia.
Menurut Chivu, kemenangan ini menunjukkan kedewasaan timnya dalam membaca situasi pertandingan.
“Ini adalah kemenangan dari kedewasaan. Kami memahami momen laga dan tahu kapan harus meningkatkan permainan,” tegasnya.
Baca Juga: Prediksi Inter Milan vs Barcelona: Hati-hati Bola Mati
Bangkit dari Tekanan
Chivu mengakui Como memberi tekanan besar di babak pertama dengan intensitas tinggi.
Namun, Inter mampu merespons secara efektif setelah jeda.
“Kami tahu laga ini tidak akan mudah. Mereka bermain dengan pressing, kecepatan, dan energi tinggi. Tapi setelah restart, kami meningkatkan level permainan dan menunjukkan karakter,” katanya.
Ia juga mengungkapkan strategi bola mati menjadi kunci kemenangan.
“Kami berlatih khusus situasi set-piece pagi tadi. Dengan kualitas pemain yang kuat di udara, kami harus memaksimalkannya,” jelas Chivu.
Sindiran Halus soal Scudetto
Kemenangan ini membuat Inter unggul sembilan poin di puncak klasemen setelah pesaing seperti Napoli dan Milan terpeleset.
Meski demikian, Chivu memilih merendah, sekaligus menyindir rivalnya.
Baca Juga: Barcelona vs Inter Milan: Duel Epik untuk Bongkar Benteng Pertahanan!
“Saya akan seperti kolega saya yang hanya bicara soal target Liga Champions. Kami senang semakin dekat ke sana, tapi secara matematis belum selesai,” ujarnya, menyindir Antonio Conte dan Massimiliano Allegri.
Chivu juga menyoroti kontribusi penting Dumfries yang baru pulih dari cedera.
“Dengan dia, kami punya opsi berbeda. Dia kuat, tahu posisi, dan berbahaya di kotak penalti,” tambahnya.
Hingga kini, Inter telah mencetak 102 gol dari 46 pertandingan di semua kompetisi musim ini, menjadi bukti ketajaman lini serang mereka dalam perburuan gelar Serie A.(*)
Editor : Budi Miank