PONTIANAK POST - Inter Miami resmi menunjuk Guillermo Hoyos sebagai pelatih interim usai mundurnya Javier Mascherano.
Penunjukan ini langsung mencuri perhatian karena Hoyos merupakan sosok yang telah lama dekat dengan megabintang Lionel Messi.
Hoyos, yang kini berusia 62 tahun, mengaku emosional bisa kembali bekerja bersama Messi setelah 23 tahun sejak pertama kali bertemu di akademi Barcelona.
Baca Juga: Semifinal Liga Champions: PSG Lawan Muenchen, Atletico Bentrok Arsenal
Saat itu, Hoyos menjadi salah satu mentor penting dalam perkembangan awal karier Messi.
“Persahabatan itu tidak bisa ditawar, hubungan itu sudah terjalin sangat lama,” ujar Hoyos.
“Namun itu tidak berarti kami akan selalu menempel setiap hari. Kami harus saling menghormati, termasuk privasinya, dan bekerja dengan tenang untuk terus berkembang.”
Meski memiliki kedekatan personal, Hoyos menegaskan profesionalisme tetap menjadi prioritas.
Baca Juga: Prediksi Liga Europa: Villa Nyaris Lolos, Porto Mengintai, Betis Siap Pesta Gol di Kandang
Ia menyebut bekerja bersama Messi, yang ia sebut sebagai pemain terbaik sepanjang masa, adalah pengalaman luar biasa, namun tetap harus dijalani dengan keseimbangan antara hubungan pribadi dan tanggung jawab tim.
Messi sendiri pernah mengakui peran besar Hoyos dalam kariernya.
“Dia banyak membantu saya sejak datang ke Barcelona. Dia selalu ada, memberi saran, mengajarkan banyak hal hingga saya bisa berada di level ini,” kata Messi dalam pernyataan lama.
Penunjukan Hoyos terjadi di tengah tekanan besar terhadap Inter Miami.
Sebagai juara bertahan MLS dengan skuad bertabur bintang dan anggaran besar, termasuk transfer penyerang senilai USD107 juta atau sekitar Rp1,7 triliun, ekspektasi publik sangat tinggi di musim 2026.
Namun performa tim belum sepenuhnya meyakinkan. Inter Miami saat ini berada di posisi ketiga Wilayah Timur dengan catatan tiga kemenangan, tiga imbang, dan satu kekalahan.
Baca Juga: Harry Kane Pecahkan Rekor Liga Champions Saat Bayern Singkirkan Madrid, Drama 7 Gol Bikin Deg-degan
Mereka juga gagal memenuhi ekspektasi di kandang baru senilai US$350 juta (sekitar Rp5,6 triliun) setelah hanya meraih dua hasil imbang.
Hoyos memahami situasi tersebut, namun meminta waktu bagi tim untuk berkembang.
“Menang, kalah, dan imbang adalah bagian dari permainan. Kadang terlihat seperti menurun, padahal tim sedang berproses. Pemain baru butuh adaptasi dengan gaya bermain dan kehidupan baru,” jelasnya.
Ia juga menghormati keputusan Mascherano yang mundur karena alasan pribadi.
Baca Juga: Gol Spektakuler Olise Bikin Real Madrid Tak Berdaya, Bayern Munich Masuk Semifinal Liga Champions
“Dia telah memberikan banyak hal, membawa gelar, dan kami sangat menghargai kontribusinya,” tambah Hoyos.
Kini, ujian pertama Hoyos akan datang dalam laga tandang melawan Colorado Rapids, disusul pertandingan menghadapi Real Salt Lake.
Tanpa batas waktu pasti sebagai pelatih interim, Hoyos menyatakan siap menjalankan peran sesuai kebutuhan klub.
Dari masa kecil penuh kesulitan hingga kini menangani klub besar bersama Messi, perjalanan Hoyos menjadi kisah tersendiri.
“Saya hanya di sini untuk membantu klub,” ujarnya singkat. (*)
Editor : Budi Miank