PONTIANAK POST - Liverpool berhasil mengalahkan Crystal Palace 3-1 di Anfield, Sabtu (25/4) malam, lewat gol Alexander Isak, Andrew Robertson, dan Florian Wirtz, sekaligus mengangkat posisi The Reds ke peringkat empat Liga Premier.
Sayangnya, kemenangan ketiga beruntun tim asuhan Arne Slot itu dibayangi cedera Mohamed Salah yang ditarik keluar pada menit ke-60 setelah mengalami masalah hamstring kiri.
Salah terjatuh saat mencoba melepas umpan sebelum digantikan Jeremy Frimpong, dalam momen yang memunculkan kekhawatiran laga itu menjadi penampilan terakhirnya bersama Liverpool.
Crystal Palace sempat memberi tekanan dan mencetak satu gol saat kiper ketiga Liverpool Freddie Woodman mengalami gangguan. Tetapi Liverpool tetap mengendalikan jalannya pertandingan.
Baca Juga: Ao Tanaka Diincar Manchester United, Mantan Legenda Leeds Ingatkan Jangan Terburu-buru
Penampilan perdana Woodman di Premier League dalam pertandingan ini secara keseluruhan cukup apik. Beberapa kali dia melakukan penyelamatan krusial. bahkan gol kedua dari Liverpool berawal dari penyelamatan Woodman. Setelah bola ditepis, The Reds melakukan serangan balik dan berhasil menciptakan gol yang dicetak Robertson.
Petaka bagi Salah
Di tengah pesta kemenangan Anfield, cedera Salah justru menjadi sorotan utama karena datang saat penyerang berusia 33 tahun itu akan meninggalkan klub pada akhir musim usai sembilan musim penuh prestasi.
Situasi itu menghadirkan sisi emosional bagi suporter yang berpotensi kehilangan kesempatan memberi perpisahan ideal bagi salah satu ikon klub era modern.
Pundit Sky Sports Tim Sherwood menilai cedera itu bisa menjadi penutup yang pahit bagi perjalanan Salah bersama Liverpool.
Baca Juga: Empat Prioritas Transfer Manchester United, Lini Tengah Jadi Fokus Utama
“Ini bisa jadi akhir kariernya mengenakan seragam Liverpool,” kata Sherwood dalam Soccer Saturday di Sky Sports.
Ia menambahkan, cedera tersebut terlihat serius karena Salah langsung memegang otot paha kirinya saat terjatuh.
Liverpool tetap mengamankan tiga poin penting, tetapi kemenangan itu dibarengi kecemasan menunggu kondisi terbaru sang penyerang utama. (*)
Editor : Efprizan