PONTIANAK POST - Nottingham Forest menang 1-0 atas Aston Villa pada leg pertama semifinal Liga Europa di City Ground lewat penalti Chris Wood, Jumat (1/5) dini hari WIB.
Gol tunggal lahir dari titik putih setelah VAR mengoreksi keputusan wasit yang semula memberi tendangan gawang, sebelum akhirnya handball Lucas Digne dinyatakan sebagai pelanggaran.
Wood menuntaskan eksekusi dengan tenang, menaklukkan Emiliano Martinez yang sebelumnya tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan penting.
Baca Juga: Duel Raksasa Eropa, AC Milan VS Chelsea di Gelora Bung Karno 8 Agustus 2026
Villa sebenarnya memiliki peluang emas, namun upaya Ollie Watkins dari jarak dekat mampu digagalkan kiper Forest, Stefan Ortega.
Pertandingan berlangsung ketat dengan tempo yang sempat dikendalikan Villa, seiring pendekatan taktis Unai Emery yang memilih meredam ritme permainan.
Di sisi lain, Forest tampil disiplin dan efektif, menjaga keunggulan hingga laga usai di tengah dukungan penuh publik City Ground.
Baca Juga: Leao Dibidik Manchester United, Milan Siapkan Sorloth dan Zirkzee
Pereira Puji Mental Pemain
Kemenangan ini memberi kepercayaan diri bagi Forest yang mengusung semangat sejarah, setelah dua gelar Eropa mereka pada 1979 dan 1980 kembali digaungkan suporter sebelum laga.
Pelatih Forest, Vitor Pereira, memuji mental dan daya juang timnya yang mampu bersaing di level tinggi meski menghadapi lawan tangguh.
“Mereka tim kuat, tetapi kami mampu bersaing dan menunjukkan karakter. Ini kelompok pemain yang istimewa,” ujarnya kepada TNT Sports.
Pereira juga menyoroti perjalanan timnya yang tetap solid meski menghadapi berbagai dinamika sepanjang musim.
Emery Geram dengan Keputusan Wasit
Di kubu lawan, Emery meluapkan kekecewaan terhadap keputusan VAR yang tidak menindak tekel keras Elliot Anderson terhadap Watkins.
Menurut Emery, insiden tersebut berpotensi mencederai serius pemainnya dan seharusnya mendapat perhatian lebih dari VAR.
“Saya tidak mengerti mengapa VAR tidak bertindak. Itu kesalahan besar dan sangat jelas,” tegasnya. "Karena ini gila. Menyaksikan aksinya, ini gila."
Ia menambahkan bahwa teknologi VAR seharusnya digunakan secara tepat untuk melindungi pemain di lapangan.
Leg kedua akan digelar di Villa Park, dengan Villa berharap membalikkan keadaan di kandang sendiri yang dikenal sulit bagi lawan.
Sebelum itu, kedua tim masih harus menjalani jadwal padat di Liga Inggris yang dapat memengaruhi kondisi pemain.
Sebelum leg kedua Kamis depan di Villa Park, Aston Villa akan menghadapi rival degradasi Nottingham Forest, Tottenham, di Liga Premier pada Senin dini hari WIB.
Sementara Forest juga beraksi di Premier League dan akan bertandang ke Chelsea pada Senin (4/5) pukul 21.00 WIB. (*)
Editor : Efprizan