PONTIANAK POST - Napoli wajib menang saat bertandang ke markas Como 1907 di Djarum Stadio – Giuseppe Sinigaglia, Como, Sabtu malam (siaran langsung ANTV/Vidio pukul 23.30 WIB) , untuk menjaga peluang mempertahankan scudetto Serie A.
Kekalahan akan memastikan Inter Milan merebut gelar lebih cepat, sementara kemenangan pun belum cukup jika Inter juga menang atas Parma pada laga berikutnya.
Pelatih Napoli, Antonio Conte, menegaskan timnya tetap memburu kemenangan bukan hanya demi scudetto, tetapi juga untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan.
Baca Juga: Leao Dibidik Manchester United, Milan Siapkan Sorloth dan Zirkzee
“Kami tetap menatap laga di Como dengan kuat bukan semata karena scudetto, tetapi juga kemenangan akan mengamankan posisi kami ke Liga Champions musim depan,” kata Conte dilansir Il Matino.
Dalam tekanan persaingan dan kondisi skuad yang tidak ideal, Conte tetap mencoba memaksimalkan pemain yang ada, termasuk memberi kepercayaan pada winger muda Alisson Santos.
Pemain pinjaman dari Sporting CP itu tampil impresif saat Napoli menang 4-0 atas Cremonese, mencetak gol dan menjalani laga penuh pertamanya di Serie A.
“Dia adalah pemain masa depan klub ini,” ujar Conte.
Baca Juga: Duel Raksasa Eropa, AC Milan VS Chelsea di Gelora Bung Karno 8 Agustus 2026
Fabregas Puji Mentor
Di sisi lain, laga ini memiliki makna emosional bagi pelatih Como, Cesc Fabregas, yang pernah dilatih Conte saat masih membela Chelsea.
Pertemuan ini menjadi yang ketiga musim ini, setelah Como mampu menahan Napoli tanpa gol di liga dan menyingkirkan mereka di Coppa Italia lewat adu penalti.
Meski demikian, Fabregas menilai keberhasilan timnya tidak lepas dari kondisi Napoli yang dilanda cedera pemain kunci sepanjang musim.
Baca Juga: Bayang-Bayang 8-1 dan 8-0 Iringi Chelsea vs Milan di Stadion GBK Jakarta
“Banyak pemain kunci mereka yang mengalami cedera, Conte pantas mendapat pujian besar karena mampu menjaga Napoli tetap berada di level tinggi,” ujarnya kepada La Gazzetta dello Sport.
Kini, di tengah tekanan hasil dan hubungan personal di pinggir lapangan, duel ini bukan sekadar perebutan poin, tetapi juga ujian ketahanan mental kedua tim. (*)