PONTIANAK POST - Chelsea menghadapi Nottingham Forest di Stamford Bridge, Senin (4/5) malam, dengan tekanan memperbaiki rekor kandang yang belum konsisten musim ini.
Dengan empat laga tersisa, Chelsea berada di posisi ksembilan dengan 48 poin, tertinggal 10 poin dari zona Liga Champions.
Sementara Nottingham Forest datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah tidak terkalahkan dalam enam pertandingan terakhir Liga Premier.
Chelsea sebenarnya unggul dalam rekor pertemuan, termasuk kemenangan 3-0 pada pertemuan terakhir di City Ground.
Baca Juga: Dihantam Cedera, Forest Hadapi Chelsea dengan Skuad Pincang
Namun, The Blues belum mampu meraih kemenangan kandang atas Forest sejak klub tersebut kembali ke Premier League pada 2022.
Catatan ini menjadi tekanan tersendiri bagi skuad yang tengah berupaya menutup musim dengan hasil positif.
Di sisi lain, Forest menunjukkan konsistensi, termasuk kemenangan telak 5-0 atas Sunderland pada laga sebelumnya.
Baca Juga: Manchester United dan Chelsea Berebut Noah Sadiki, Sunderland Patok Harga Tinggi
Morgan Gibbs-White menjadi ancaman utama setelah mencetak tujuh gol dalam tujuh pertandingan terakhir.
Sementara itu, Chelsea mengandalkan kontribusi Joao Pedro yang telah terlibat dalam 19 gol musim ini.
Enzo Fernandez juga menjadi motor serangan dari lini tengah dengan 13 gol di semua kompetisi.
Baca Juga: Duel Raksasa Eropa, AC Milan VS Chelsea di Gelora Bung Karno 8 Agustus 2026
Kelemahan di Bola Mati
Meski demikian, kelemahan dalam situasi bola mati masih menjadi masalah bagi Chelsea musim ini.
Tim asuhan tuan rumah telah kebobolan 11 gol dari tendangan sudut, jumlah tertinggi dalam satu musim mereka.
Pertandingan ini menjadi ujian mental bagi kedua tim dengan kepentingan berbeda di papan klasemen.
Baca Juga: Bayang-Bayang 8-1 dan 8-0 Iringi Chelsea vs Milan di Stadion GBK Jakarta
Chelsea memburu konsistensi, sementara Forest berjuang menjauh dari zona degradasi.
Hasil laga ini diprediksi akan sangat menentukan arah akhir musim kedua tim. (*)
Editor : Efprizan