Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Reaksi Cristian Chivu Usai Bawa Inter Milan Juara Liga Italia: Ini Bukan Tentang Saya!

Budi Miank • Senin, 4 Mei 2026 | 10:26 WIB
Cristian Chivu merayakan keberhasilan Inter Milan meraih gelar Serie A (INSTAGRAM/@inter)
Cristian Chivu merayakan keberhasilan Inter Milan meraih gelar Serie A (INSTAGRAM/@inter)

PONTIANAK POST - Inter Milan resmi mengunci gelar Serie A musim 2025/2026 usai menang 2-0 atas Parma Calcio 1913. 

Pelatih Cristian Chivu menyebut keberhasilan ini sebagai bagian dari sejarah besar klub.

Chivu mengaku bangga bisa membawa Nerazzurri meraih Scudetto ke-21, apalagi setelah sebelumnya juga mencatat sejarah sebagai pemain saat meraih treble pada 2010. 

Baca Juga: Jay Idzes dkk Bikin Milan Tumbang, Blunder Fatal Tomori Bikin Rossoneri Terancam Gagal ke Liga Champions

“Saya rasa saya sudah ada di buku sejarah Inter sebelumnya,” ujarnya sambil tersenyum dikutip dari Football Italia.

Kemenangan ini sekaligus menegaskan dominasi Inter musim ini. 

Mereka tampil konsisten sepanjang kompetisi dan bahkan berpeluang meraih gelar ganda saat menghadapi Lazio di final Coppa Italia.

Chivu menyoroti perjalanan timnya yang sempat diragukan setelah musim lalu tanpa gelar. 

Baca Juga: Bernardo Silva Hampir Pasti Gabung Barcelona Meski Gaji Dipangkas 60 Persen, Hansi Flick Belum Beri Restu

Ia menyebut para pemain berhasil bangkit dari kritik dan menunjukkan mental juara.

“Saya tidak ingin mengulang semua ejekan yang kami terima musim lalu, tapi para pemain bekerja keras, bangkit, dan menemukan kembali semangat kompetitif,” tegasnya.

Inter juga sempat menghadapi momen sulit, termasuk tersingkir dari Liga Champions dan kalah di derby. 

Namun, mereka mampu menjaga konsistensi, bahkan mencatat rentetan 14 kemenangan dari 15 laga pada awal tahun.

Chivu menegaskan keberhasilannya tidak lepas dari pengalaman sebagai pemain, termasuk momen berat dalam hidupnya saat mengalami cedera kepala serius.

“Saya pernah berada di titik antara hidup dan mati, dan sejak itu saya kehilangan ego,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pendekatannya sebagai pelatih lebih menekankan empati dan pemahaman terhadap pemain. 

Baca Juga: Reijnders Tak Masuk Skuad Utama Guardiola di Man City, Pemain Keturunan Indonesia Ini Malah Dilirik Juventus

“Saya hanya ingin menjadi versi terbaik diri saya dan membantu tim, kadang dengan pendekatan lembut, kadang tegas.”

Inter musim ini juga tampil produktif dengan lebih dari 100 gol, menunjukkan pendekatan menyerang yang berbeda dari tradisi Serie A yang identik dengan pertahanan kuat.

Chivu pun tak lupa memberi kredit kepada para pelatih sebelumnya serta pemain yang dianggap sebagai kunci utama kesuksesan. 

“Para pemainlah yang memenangkan gelar dan mewujudkan mimpi masa kecil,” tutupnya.(*)

Editor : Budi Miank
#Cristian Chivu #Parma Calcio 1913 #inter milan #scudetto #serie A