PONTIANAK POST - Casemiro dikabarkan segera meninggalkan Manchester United pada akhir musim setelah membuka pembicaraan dengan Inter Miami.
Negosiasi antara klub Major League Soccer tersebut dan gelandang asal Brasil itu masih berlangsung, sebagaimana dilaporkan jurnalis transfer Fabrizio Romano, dengan skema kepindahan bebas transfer.
Pada usia 34 tahun, Casemiro mulai mempertimbangkan langkah lanjutan dalam kariernya setelah tetap tampil konsisten di kompetisi Inggris musim ini.
Baca Juga: Casemiro Menggila di April, Sabet Penghargaan Terbaik Jadi Bukti
Sejak bergabung dari Real Madrid pada Juli 2022, ia menjadi sosok penting di lini tengah dengan peran kepemimpinan dan kemampuan membaca permainan.
Musim ini, ia mencatat sembilan gol dari 32 penampilan di Premier League, angka yang menonjol untuk pemain berposisi gelandang bertahan.
Kontribusinya tidak hanya terlihat dari statistik, tetapi juga dari ketenangan dan pengalaman yang membantu tim dalam situasi krusial di lapangan.
Baca Juga: Drama Perpisahan Casemiro, Mainoo Beberkan Ritual yang Ubah Mental Manchester United
Daya Tarik bagi MLS
Dikutip dari caughtoffside, ketertarikan Inter Miami merupakan bagian dari strategi memperkuat daya tarik Major League Soccer dengan menghadirkan pemain-pemain berprofil tinggi.
Bagi Casemiro, opsi pindah ke Amerika Serikat dinilai menarik, tidak hanya dari sisi kompetisi, tetapi juga peluang menjalani fase akhir karier dengan lingkungan berbeda.
Namun, peluang tersebut tidak datang tanpa persaingan karena sejumlah klub dari Timur Tengah dan Eropa juga dilaporkan telah menyatakan minat.
Dari sisi Manchester United, potensi kepergian ini menjadi bagian dari proses peremajaan skuad yang tengah dijalankan klub.
Baca Juga: Casemiro Jadi Senjata Udara Baru Manchester United di Premier League
Langkah melepas Casemiro secara gratis dinilai dapat membuka ruang bagi pemain baru sekaligus mengurangi beban gaji tim di tengah restrukturisasi.
Bagi pendukung, kepergian ini juga menandai akhir peran salah satu figur berpengaruh yang membantu menstabilkan tim dalam masa transisi. (*)
Editor : Efprizan