PONTIANAK POST - CEO US Sassuolo, Giovanni Carnevali, melontarkan pernyataan mengejutkan dengan menyebut kegagalan Italy national football team lolos ke Piala Dunia justru bisa menjadi hal baik bagi masa depan sepak bola Italia.
Carnevali menilai kegagalan tampil di Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun harus dijadikan alarm keras agar federasi dan klub melakukan pembenahan total terhadap sistem sepak bola nasional.
“Mungkin sebenarnya bagus juga kami tidak pergi ke Piala Dunia, karena kami harus fokus memperbaiki semua yang salah,” kata Carnevali dikutip dari The Athletic.
Menurutnya, jika Italia berhasil lolos, banyak persoalan mendasar justru berpotensi ditutupi dan tidak pernah diselesaikan secara serius.
Carnevali menyoroti sejumlah masalah besar yang selama ini membebani sepak bola Italia, mulai dari pembagian hak siar televisi hingga minimnya pembangunan stadion baru.
“Kalau kami lolos ke Piala Dunia, mungkin semua masalah hanya akan disapu ke bawah karpet,” ujarnya.
Ia menilai klub yang berinvestasi pada stadion, pusat latihan, dan pengembangan pemain muda seharusnya mendapat insentif lebih besar dari federasi maupun liga.
“Ketika klub berinvestasi pada fasilitas, stadion, dan pemain muda, itu harus dihargai,” lanjutnya.
Sassuolo sendiri dianggap sebagai salah satu model klub modern di Italia karena memiliki stadion sendiri, fasilitas latihan lengkap, dan fokus besar terhadap pembinaan pemain muda lokal.
Carnevali juga menyinggung aturan sepak bola Italia yang membuat banyak talenta muda mudah direkrut klub luar negeri sebelum menandatangani kontrak profesional.
Kasus terbaru terjadi pada pemain muda Sassuolo, Luca Reggiani, dan talenta Atalanta, Samuele Inacio, yang direkrut Borussia Dortmund.
“Kami memberikan semuanya untuk pemain muda, mulai fasilitas, pelatih, ahli gizi hingga psikolog. Lalu saat mereka berusia 16 tahun, mereka pergi begitu saja karena klub lain menawarkan kontrak besar,” katanya.
Baca Juga: Pelatih Muda Italia Ini Bungkam Jose Mourinho, Porto Kunci Gelar Liga Portugal dengan Cara Dramatis
Dalam wawancara itu, Carnevali juga memuji mantan pelatih Sassuolo, Roberto De Zerbi, yang kini menangani Tottenham Hotspur.
“Melihat tim dilatih De Zerbi adalah sesuatu yang indah. Dia selalu memberi identitas kuat pada tim dan memainkan sepak bola menyerang yang menarik,” puji Carnevali.(*)
Editor : Budi Miank