PONTIANAK POST - Manchester United gagal memastikan posisi ketiga klasemen Liga Inggris setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Sunderland di Stadium of Light, Sabtu (9/5/2026).
Sunderland tampil lebih berbahaya sepanjang pertandingan dan beberapa kali nyaris membobol gawang United lewat peluang Noah Sadiki dan Brian Brobbey.
Kiper United, Senne Lammens, menjadi penyelamat setelah menggagalkan dua peluang emas Sunderland, termasuk saat menghadapi Noah Sadiki pada babak pertama.
Sunderland juga hampir unggul ketika tendangan Lutsharel Geertruida membentur tiang gawang.
Baca Juga: Sunderland Permalukan Manchester United, Setan Merah Nyaris Tanpa Peluang
Manchester United justru tampil tumpul meski lebih banyak menguasai bola dan baru mencatatkan tembakan tepat sasaran pertama pada masa tambahan waktu.
Peluang terbaik United hadir melalui Matheus Cunha, tetapi berhasil digagalkan kiper Sunderland, Robin Roefs.
Hasil imbang itu membuat United masih berada di posisi ketiga dan unggul enam poin atas Liverpool yang juga gagal menang saat menghadapi Chelsea.
Baca Juga: Liverpool 1-1 Chelsea: Slot Disoraki Anfield, The Reds Dikritik Main Bertahan
United Kehilangan Ritme Permainan
Mantan bek United, Wes Brown, menilai penampilan mantan timnya jauh dari memuaskan meski berhasil membawa pulang satu poin.
“Ini hasil yang bagus, tetapi bukan permainan yang bagus. Kami terlihat lelah dan sering ceroboh. Sunderland pantas mendapat pujian karena membuat laga berjalan sulit,” kata Brown kepada MUTV.
Brown menyebut United kehilangan ritme permainan dan baru menunjukkan ancaman setelah pergantian pemain dilakukan pada babak kedua.
Baca Juga: Liverpool 1-1 Chelsea: Slot Akui Kewalahan, Gagal Menang Meski Banyak Peluang
Pendapat serupa disampaikan mantan gelandang United, Sammy McIlroy, yang menilai lima perubahan susunan pemain memengaruhi permainan tim.
“Sunderland sangat terorganisasi dan membuat United kesulitan berkembang. Pergantian banyak pemain jelas memengaruhi ritme permainan,” ujar McIlroy.
(*)
Editor : Efprizan