PONTIANAK POST - Manchester United memastikan tiket ke Liga Champions UEFA musim depan setelah menang 3-2 atas Liverpool. Tetapi hasil imbang tanpa gol melawan Sunderland, Sabtu (9/5) lalu, menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pelatih Michael Carrick.
United tampil kurang agresif dan kehilangan ketajaman saat bermain di Stadium of Light setelah Carrick melakukan rotasi besar dalam susunan pemainnya.
Sebelum laga berlangsung, perhatian publik lebih tertuju pada masa depan Carrick sebagai calon pelatih permanen, peluang Bruno Fernandes mencetak rekor assist, hingga kesempatan pemain akademi tampil di tim utama.
Baca Juga: Mourinho Dikaitkan ke Madrid, Vinicius Dinilai Paling Diuntungkan
Munculkan Keraguan
"Namun, hasil imbang itu justru memunculkan keraguan baru mengenai kesiapan United menghadapi ketatnya persaingan Liga Champions musim depan.," demikian dikutip dari laporan The Athletic.
United hanya mencatat satu tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan dan beberapa kali harus diselamatkan penampilan kiper Senne Lammens dari ancaman Brian Brobbey serta Noah Sadiki.
“Itu pertandingan yang sulit, kami tahu Sunderland akan memberikan tekanan besar,” kata Carrick dalam konferensi pers usai laga.
“Ini bukan penampilan terbaik kami, tetapi bisa tetap mendapatkan hasil saat bermain kurang baik juga bagian dari karakter tim yang sedang kami bangun,” lanjutnya.
Baca Juga: Madrid Terpuruk, Mourinho Masuk Daftar Pelatih Utama
Absennya Benjamin Sesko dan Casemiro karena cedera membuat Carrick melakukan lima perubahan dari tim yang sebelumnya mengalahkan Liverpool.
Mason Mount dan Joshua Zirkzee mendapat kesempatan tampil sejak menit awal, tetapi gagal memberi pengaruh besar dalam permainan tim.
"Mount yang masih kesulitan menemukan konsistensi akibat cedera tampil rapi dalam penguasaan bola bersama Kobbie Mainoo, tetapi lini tengah United kehilangan kekuatan duel dan agresivitas tanpa Casemiro," tulis The Athletic..
Tekanan tinggi Sunderland membuat United kesulitan keluar dari area permainan sendiri hampir sepanjang babak pertama.
Baca Juga: Rashford Buka Peluang Bertahan Usai Antar Barcelona Juara La Liga
Pergerakan tanpa bola dari Matheus Cunha juga kerap tidak mendapat dukungan umpan matang dari lini tengah.
Kedalaman Skuad Belum Cukup Kuat
Kondisi itu memperlihatkan kedalaman skuad United masih belum cukup kuat untuk bersaing di empat kompetisi musim depan.
Pencarian gelandang bertahan baru disebut menjadi prioritas karena United membutuhkan pemain yang kuat dalam duel, cerdas membaca posisi, dan memiliki distribusi bola yang baik sebagai penerus Casemiro.
Lini depan juga menjadi sorotan setelah Zirkzee tampil lambat dan gagal memberi tekanan konsisten kepada pertahanan lawan.
Penyerang asal Belanda itu akhirnya ditarik keluar pada menit ke-65 dan performanya kembali memunculkan pertanyaan mengenai masa depannya di Old Trafford.
Baca Juga: Chelsea Bergerak Cepat, Xabi Alonso Jadi Kandidat Terkuat
Mulai Kehilangan Motivasi
Carrick menolak anggapan para pemain mulai kehilangan motivasi setelah tiket Liga Champions berhasil diamankan lebih cepat.
“Kalau pemain tidak punya motivasi, kami pasti kalah hari ini,” tegas Carrick.
“Kami tetap punya tanggung jawab besar karena bermain untuk klub ini dan fokus itu tidak berubah,” tambahnya.
Baca Juga: Tottenham 1-1 Leeds United: Spurs Gagal Menang, Ancaman Degradasi Kian Dekat
Meski pemain disebut belum kehilangan semangat, Carrick tetap harus membenahi masalah intensitas permainan dan kualitas skuad sebelum musim baru dimulai.
United kini menghadapi tekanan untuk melakukan perekrutan yang tepat agar mampu benar-benar bersaing memperebutkan gelar pada musim 2026-2027. (*)
Editor : Efprizan