PONTIANAK POST - Manchester United bersiap membuka pembicaraan resmi dengan Michael Carrick untuk menjadikannya pelatih permanen setelah sukses membawa tim lolos ke Liga Champions musim depan.
Dikutip dari laporan Sky Sports, Rabu (13/5), pembicaraan formal dijadwalkan dimulai sebelum laga terakhir Liga Inggris melawan Brighton & Hove Albion pada 24 Mei mendatang.
"Manajemen klub sebenarnya masih membuka kemungkinan mencari pelatih lain untuk musim depan dan telah menghubungi sejumlah kandidat, tetapi Carrick menjadi sosok pertama yang ingin diajak berdiskusi oleh petinggi klub," tulis laporan tersebut.
Baca Juga: Manchester United Intip Peluang Bajak Federico Valverde dari Real Madrid
Eks gelandang Manchester United itu dinilai mampu menjaga stabilitas ruang ganti, memahami kultur klub, serta mendapat dukungan kuat dari pemain dan suporter.
Di bawah kepemimpinannya, Manchester United meraih 10 kemenangan dan tiga hasil imbang dalam 15 pertandingan terakhir.
Hasil itu sekaligus memastikan tiket Liga Champions yang diperkirakan memberi tambahan pemasukan hingga 100 juta poundsterling bagi klub.
Situasi tersebut membuat posisi Carrick semakin kuat untuk melanjutkan pekerjaannya secara permanen di Old Trafford.
Baca Juga: Mateus Fernandes Meledak, Manchester United Langsung Pasang Target Utama
"Meski begitu, manajemen tetap menjalankan proses perekrutan secara menyeluruh dan belum menganggap penunjukan Carrick sebagai keputusan final," ulasnya.
Carrick Memiliki Kepercayaan
Mantan kapten Manchester United, Gary Neville, menilai Carrick telah membuktikan kapasitasnya di tengah tekanan besar klub.
“Dia menempatkan dirinya di posisi terdepan lewat apa yang sudah dilakukan,” ujar Neville usai kemenangan 3-2 atas Liverpool FC, dikutip dari sumber yang sama.
Neville menyebut Manchester United membutuhkan stabilitas setelah beberapa musim terakhir mengalami ketidakpastian di level manajemen tim.
Baca Juga: Hjulmand Jadi Rebutan Panas, Manchester United dan Arsenal Saling Sikut
Menurut dia, Carrick memiliki kepercayaan dari pemain, suporter, hingga pemilik klub, meski pengalaman melatih di level tertinggi masih menjadi tanda tanya.
Neville juga menilai opsi kontrak jangka pendek dapat menjadi solusi realistis sambil melihat perkembangan Carrick menghadapi jadwal padat musim depan. (*)
Editor : Efprizan