PONTIANAK POST - Mantan pemain Liverpool yang juga pundit Sky Sports , Jamie Carragher, menyebut Pep Guardiola sebagai manajer terbaik sepanjang sejarah era Premier League setelah sukses membawa Manchester City mendominasi sepak bola Inggris selama satu dekade.
Carragher mengatakan hanya ada dua nama yang layak berada di puncak daftar manajer terbaik Liga Inggris, yakni Guardiola dan Sir Alex Ferguson.
“Jika saya harus jujur sepenuhnya, maka pilihannya adalah Pep Guardiola,” kata Carragher seperti dikutip Sky Sports, Jumat (22/5).
Ia menilai Guardiola berhasil menyamai bahkan melampaui sejumlah pencapaian Manchester United era Ferguson, termasuk meraih treble winners, domestic treble, dan empat gelar Liga Inggris beruntun.
Baca Juga: Guardiola Tinggalkan Manchester City Setelah Satu Dekade Penuh Gelar
Menurut Carragher, Ferguson memang memiliki 13 gelar Liga Inggris, tetapi Guardiola tidak memiliki waktu selama itu di Manchester City.
Mengubah Wajah Sepak Bola Modern
Pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, juga memuji pengaruh Guardiola yang dinilainya mengubah wajah sepak bola modern di berbagai negara.
Berbicara saat pengumuman skuad Piala Dunia Inggris, Tuchel menyebut Guardiola sebagai sosok dengan dampak luar biasa di Spanyol, Jerman, hingga Inggris.
“Pengaruh yang ia berikan di setiap liga sangat berbeda dan istimewa, salah satu yang terbaik dalam sejarah,” ujar Tuchel.
Baca Juga: Skandal Southampton Buka Jalan Manchester United Dapatkan Shea Charles
Ia mengatakan Guardiola merevolusi gaya bermain saat melatih FC Barcelona, lalu mengubah kompetisi Jerman bersama FC Bayern Munich sebelum memecahkan banyak rekor di Inggris bersama Manchester City.
“Tidak ada kata yang cukup menggambarkan determinasi dan standar kerja Guardiola,” tambahnya.
Rekor Guardiola Bersama City
Guardiola meninggalkan Manchester City dengan catatan 20 trofi selama 10 tahun menangani klub tersebut.
Baca Juga: Xabi Alonso Buka Suara soal Tiga Pemain Chelsea yang Diburu Klub Besar
Dari total 592 pertandingan, Guardiola mencatat 416 kemenangan dengan persentase kemenangan mencapai 70,3 persen.
City hanya kalah 89 kali dan imbang 87 kali selama berada di bawah kepemimpinannya.
Tim asuhan Guardiola juga mencetak 1.422 gol dan hanya kebobolan 520 gol di semua kompetisi.
Catatan kemenangan terpanjang Guardiola terjadi antara Desember 2020 hingga Maret 2021 dengan 21 kemenangan beruntun.
Sementara periode terburuknya terjadi pada Oktober hingga November 2024 ketika Manchester City menelan lima kekalahan beruntun. (*)
Editor : Efprizan