PONTIANAK POST - Keputusan pelatih Thomas Tuchel memasukkan Jordan Henderson ke skuad 26 pemain Inggris untuk Piala Dunia 2026 kembali memunculkan komentar lama legenda manchester United, Roy Keane, yang pernah menyebut Henderson hanya sebagai “cheerleader”.
Tuchel membuat sejumlah keputusan mengejutkan dengan mencoret nama besar seperti Cole Palmer, Phil Foden, Trent Alexander-Arnold, dan Harry Maguire dari skuad Piala Dunia.
Sebaliknya, Henderson yang kini berusia 35 tahun tetap dipertahankan meski kontribusinya di level klub, Brentford, mulai terbatas dalam beberapa bulan terakhir.
Baca Juga: Rashford Klarifikasi Sindiran ke Manchester United Usai Dipanggil Timnas Inggris ke Piala Dunia 2026
Komentar Roy Keane Kembali Jadi Sorotan
Roy Keane pertama kali melontarkan kritik keras kepada Henderson menjelang Euro 2020 saat sang gelandang baru pulih dari cedera panjang.
Saat itu, Keane mempertanyakan alasan Henderson tetap dibawa ke turnamen meski belum sepenuhnya fit setelah absen selama lebih dari tiga bulan.
“Apa yang dia lakukan di sana? Apakah dia bermain sulap, bernyanyi, atau membuat kuis?” kata Keane dalam tayangan ITV saat laga uji coba Inggris melawan Rumania, dikutip dari GiveMeSport.
Komentar tersebut sempat menuai kritik karena Inggris di bawah Gareth Southgate justru berhasil mencapai final Euro 2020 dan final Euro berikutnya dengan Henderson sebagai salah satu pemimpin ruang ganti.
Namun lima tahun kemudian, pernyataan Keane kembali dianggap relevan setelah Henderson kembali dipanggil untuk turnamen besar meski menit bermainnya mulai menurun.
Tuchel Pilih Pengalaman Ketimbang Regenerasi
Thomas Tuchel memilih mempertahankan pengalaman Henderson dibanding memberi kesempatan kepada gelandang muda Adam Wharton dari Crystal Palace.
Keputusan itu menunjukkan Tuchel masih mengutamakan figur senior di ruang ganti untuk menjaga stabilitas tim dalam turnamen besar.
Baca Juga: Bersinar di Al-Ahli, Toney Dipanggil Thomas Tuchel Masuk Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026
Padahal Inggris masih memiliki banyak pemain senior lain seperti Harry Kane, John Stones, Jordan Pickford, Declan Rice, dan Bukayo Saka.
Situasi itu memunculkan perdebatan soal keseimbangan antara pengalaman dan regenerasi dalam skuad Inggris menuju Piala Dunia 2026.
Henderson Tetap Punya Pengaruh di Ruang Ganti
Meski kontribusinya di lapangan mulai menurun, GiveMeSport melaporkan bahwa Henderson masih dianggap memiliki pengaruh besar di ruang ganti timnas Inggris.
Mantan kapten Liverpool itu dikenal sebagai sosok pemimpin yang dekat dengan banyak pemain muda di skuad.
Faktor pengalaman dan mental bertanding itulah yang diyakini menjadi alasan utama Tuchel tetap mempertahankannya dalam daftar akhir pemain.
Editor : Efprizan