Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Mourinho Sebut Materazzi dan John Terry sebagai Bek Terbaik yang Pernah Ia Latih

Uray Ronald • Selasa, 26 Mei 2026 | 05:45 WIB
Jose Mourinho berpotensi kembali melatih Real Madrid setelah musim mengecewakan (INSTAGRAM/@josemourinho)
Jose Mourinho(INSTAGRAM/@josemourinho)

 

PONTIANAK POST - Jose Mourinho mengungkap dua nama yang ia anggap sebagai bek tengah terbaik sepanjang karier kepelatihannya, yakni Marco Materazzi dan John Terry. 

Pernyataan itu disampaikan mantan pelatih Inter Milan dan Chelsea FC dalam wawancara video untuk proyek MM23, buku interaktif yang mengulas perjalanan karier Materazzi sebagai juara Piala Dunia 2006.

Mourinho menyebut kedua pemain tersebut bukan hanya kuat secara teknis, tetapi juga memiliki mentalitas bertarung yang jarang ditemukan pada generasi sepak bola modern.

Pengakuan itu kembali memperlihatkan bagaimana hubungan emosional antara pelatih dan pemain menjadi fondasi kesuksesan tim di level tertinggi.

Mourinho Sebut Materazzi dan Terry sebagai Bek Terbaik

Dalam wawancara tersebut, Mourinho memberikan pujian besar kepada Materazzi dan Terry. Ia menilai keduanya sebagai pemain bertahan paling komplet yang pernah bekerja dengannya.

“Sepanjang karier saya, ketika melatih pemain-pemain terbaik di generasi mereka, dua bek tengah terbaik yang pernah saya miliki adalah John Terry dan Marco Materazzi,” ujar Mourinho.

Baca Juga: Rombak Besar Skuad Real Madrid, Jose Mourinho Siap Coret Sepuluh Pemain: Siapa Saja Mereka?

Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Mourinho pernah merasakan langsung bagaimana kepemimpinan dan pengorbanan dua pemain tersebut mengangkat performa tim dalam situasi paling sulit.

Kedekatan emosional Mourinho dengan Materazzi bahkan sudah lama menjadi sorotan di sepak bola Eropa.

Dalam wawancara lain, Materazzi pernah mengungkap bagaimana Mourinho membangun hubungan personal dengan pemainnya.

“Ia menunjukkan empati yang besar di ruang ganti, di mana itulah yang paling penting, bahkan lebih penting daripada teknik dan taktik,” ujar Materazzi dikutip Sportitalia

Materazzi juga menyebut Mourinho sebagai pelatih yang paling banyak memberinya pelajaran selama berkarier.

Materazzi dan Era Treble Bersejarah Inter Milan

Marco Materazzi menjadi bagian penting dalam skuad bersejarah Inter Milan saat Mourinho mempersembahkan treble winners pada musim 2009/2010.

Klub Italia itu sukses menjuarai Liga Champions, Serie A, dan Coppa Italia dalam satu musim.

Mourinho menangani Inter sejak 2008 hingga 2010. Di bawah tekanannya yang terkenal disiplin, Materazzi berkembang menjadi simbol daya juang dan loyalitas di ruang ganti Nerazzurri.

Baca Juga: Mourinho Sepakat Kembali ke Real Madrid dengan Kontrak Dua Tahun

Meski tidak selalu menjadi starter utama pada musim terakhir Mourinho, kehadiran Materazzi disebut memiliki pengaruh emosional besar bagi tim. 

Sosoknya dianggap mampu menjaga solidaritas skuad di tengah tekanan kompetisi Eropa.

Data statistik menunjukkan Materazzi tampil dalam 28 pertandingan di semua kompetisi selama dua musim Mourinho di Inter.

Pada musim 2008/2009, ia mencatat delapan penampilan Serie A dan lima laga Liga Champions. 

Sementara pada musim 2009/2010, ia tampil 20 kali di semua kompetisi meski sempat diganggu cedera lutut.

Materazzi juga tercatat menjadi bagian skuad Inter saat menjuarai Liga Champions 2010.

Ia masuk sebagai pemain pengganti pada final melawan FC Bayern Munich di Madrid, menggantikan Diego Milito pada menit akhir kemenangan 2-0 Nerazzurri. 

Secara keseluruhan, Materazzi menutup kariernya bersama Inter dengan 276 penampilan dan 20 gol di seluruh kompetisi.

Ia juga membantu klub meraih lima gelar Serie A beruntun, termasuk dua gelar pada era Mourinho. 

 

Baca Juga: Mourinho Dikaitkan ke Madrid, Vinicius Dinilai Paling Diuntungkan

John Terry Jadi Pilar Era Keemasan Chelsea 

Sementara itu, John Terry menjadi figur sentral dalam dua periode kepelatihan Mourinho di Chelsea.

Bek asal Inggris tersebut tampil dalam 267 pertandingan di bawah Mourinho, mencetak 26 gol dan 11 assist.

Kolaborasi Mourinho dan Terry berlangsung dalam dua era berbeda, yakni 2004-2007 dan 2013-2015.

Pada periode pertama, Chelsea menjelma sebagai kekuatan dominan di Liga Inggris dengan fondasi pertahanan yang sangat solid.

Bagi banyak pendukung Chelsea, Terry bukan hanya kapten. Ia dianggap sebagai simbol keberanian dan loyalitas klub.

Mourinho pun beberapa kali menyebut Terry sebagai pemimpin alami yang mampu menjaga mental tim di ruang ganti maupun di lapangan.

Kedekatan Mourinho dengan Para Pemain Bertahan

Sepanjang kariernya, Mourinho dikenal memiliki hubungan emosional yang kuat dengan para pemain bertahan.

Filosofi sepak bolanya yang menitikberatkan disiplin dan organisasi membuat posisi bek tengah menjadi elemen vital.

Baik Materazzi maupun Terry dinilai mampu memahami tuntutan Mourinho secara sempurna.

Keduanya tidak hanya bertahan dengan fisik, tetapi juga bermain dengan kecerdasan membaca permainan dan keberanian mengambil risiko demi tim.

Hubungan Mourinho dengan John Terry dikenal sebagai salah satu kolaborasi paling sukses dalam sejarah Chelsea.

Terry beberapa kali menyebut Mourinho sebagai manajer yang selalu memahami psikologi pemain dan mampu menjaga mental tim di momen sulit. *

Editor : Uray Ronald
#Marco Materazzi #John Terry #bek terbaik Mourinho #Inter Milan Chelsea #Jose Mourinho