PONTIANAK POST - Mason Mount disebut semakin sulit dijual Manchester United setelah klausul kenaikan gajinya aktif usai klub memastikan tiket Liga Champions musim depan.
Gelandang asal Inggris itu kini dikabarkan menerima bayaran mencapai 250 ribu poundsterling per pekan setelah Manchester United lolos ke Liga Champions 2026/2027.
Laporan tersebut disampaikan Football Insider yang mengutip mantan CEO Everton, Keith Wyness.
Mount didatangkan dari Chelsea pada 2023 dengan nilai transfer sekitar 55 juta poundsterling, tetapi kontribusinya belum sesuai harapan akibat performa yang tidak stabil dan cedera berkepanjangan.
Baca Juga: Bruno Fernandes Pecahkan Rekor Assist Premier League Saat Manchester United Bungkam Brighton 3-0
Sepanjang musim 2025/2026, pemain berusia 27 tahun itu hanya tampil dalam 23 pertandingan Premier League dengan catatan tiga gol dan tanpa assist.
Situasi itu membuat masa depan Mount menjadi sorotan di tengah rencana Manchester United melakukan perombakan skuad untuk menyambut kembalinya mereka ke Liga Champions.
Klausul Gaji Dinilai Jadi Beban Klub
Keith Wyness menilai klausul kenaikan gaji dalam kontrak Mount menjadi keputusan yang merugikan Manchester United.
Menurutnya, performa Mount belum layak mendapatkan kenaikan pendapatan sebesar itu.
Baca Juga: Roy Keane Serang Bruno Fernandes Usai Pecahkan Rekor Assist Premier League
“Jika benar ada klausul kenaikan gaji setelah lolos Liga Champions, maka Mount hampir tidak mungkin dijual dengan performanya saat ini,” kata Wyness kepada Football Insider.
Ia menyebut Mount memang sempat menunjukkan tanda kebangkitan, tetapi belum mendekati performa terbaiknya saat masih membela Chelsea.
Wyness juga menilai pelatih Michael Carrick harus mampu mengembalikan kualitas permainan Mount musim depan.
Jika gagal, Manchester United diprediksi kesulitan mencari klub yang bersedia menanggung gaji besar sang pemain.
Baca Juga: Joe Gomez Berpeluang Tinggalkan Liverpool Setelah Satu Dekade di Anfield
Cedera Ganggu Konsistensi Mason Mount
Sejak bergabung ke Old Trafford, Mason Mount terus bergelut dengan cedera yang menghambat konsistensinya.
Selain minim kontribusi gol, statistik kreativitasnya juga menurun dengan hanya menciptakan 13 peluang sepanjang musim.
Kondisi itu membuat sebagian pendukung mulai mempertanyakan masa depan Mount di Manchester United.
Baca Juga: Harvey Elliott Dinilai Masih Dibutuhkan Liverpool di Tengah Rencana Perombakan Skuad Arne Slot
Namun di sisi lain, Carrick disebut masih ingin memberi kesempatan kepada mantan pemain Chelsea tersebut untuk bangkit musim depan.
Harapan itu muncul karena Mount pernah menjadi salah satu gelandang terbaik Inggris saat membela Chelsea dan tim nasional Inggris. (*)
Editor : Efprizan