PONTIANAK POST - AC Milan mempercepat pencarian pelatih baru untuk musim depan dengan nama Matthias Jaissle muncul sebagai kandidat kuat setelah direkomendasikan Ralf Rangnick di tengah evaluasi besar-besaran manajemen Rossoneri usai musim mengecewakan di Serie A.
Media Italia Gazzetta dello Sport melaporkan pemilik Milan Gerry Cardinale bersama penasihat klub Zlatan Ibrahimovic menargetkan keputusan pelatih anyar dalam tujuh hingga 10 hari ke depan demi mempercepat persiapan musim baru.
Jaissle yang kini melatih Al Ahli Saudi FC disebut tertarik membuka tantangan baru di Italia meski masih terikat kontrak hingga 2027 bersama klub Arab Saudi tersebut.
Proses negosiasi diperkirakan tidak mudah karena Milan harus menyiapkan solusi kompensasi kontrak dengan Al Ahli jika ingin merekrut pelatih asal Jerman berusia 38 tahun itu.
Baca Juga: Mauricio Pochettino dan Matthias Jaissle Jadi Kandidat Kuat Pelatih Baru AC Milan
Rekam Jejak Matthias Jaissle di Eropa dan Asia
Matthias Jaissle dikenal sebagai pelatih muda dengan reputasi berkembang cepat setelah sukses dalam sistem sepak bola Red Bull sebelum melanjutkan karier ke Arab Saudi.
Saat menangani Red Bull Salzburg pada periode 2021 hingga 2023, Jaissle mempersembahkan dua gelar Austrian Bundesliga dan satu Austrian Cup dengan persentase kemenangan tinggi.
Ia juga mencatat sejarah penting dengan membawa Salzburg lolos ke fase gugur Liga Champions Eropa musim 2021/2022 untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Karier Jaissle terus menanjak setelah bergabung dengan Al Ahli pada 2023 dan menangani sejumlah pemain bintang termasuk mantan gelandang Milan, Franck Kessie.
Baca Juga: Napoli Capai Kesepakatan dengan Allegri, Kontrak Dua Tahun Segera Diteken
Di Arab Saudi, Jaissle berhasil membawa Al Ahli menjuarai AFC Champions League Elite musim 2024/2025 dan 2025/2026 serta meraih Saudi Super Cup 2025/2026.
Kesuksesan itu membuat Jaissle disebut sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di generasi baru sepak bola Eropa.
Filosofi Permainan Intensitas Tinggi
Jaissle dikenal membawa filosofi permainan khas sekolah Red Bull yang dipengaruhi Ralf Rangnick dengan tekanan tinggi dan transisi cepat sebagai ciri utama.
Ia fleksibel menggunakan formasi 4-2-3-1 maupun 4-3-1-2 untuk memaksimalkan agresivitas lini depan dan serangan vertikal cepat setelah merebut bola.
Gaya high pressing menjadi identitas utama Jaissle karena ia meminta pemain depan langsung menekan lawan segera setelah kehilangan penguasaan bola.
Namun di Arab Saudi, Jaissle mulai melakukan penyesuaian agar pola pressing tidak terlalu menguras stamina pemain veteran dan tetap seimbang dalam jadwal padat kompetisi.
Situasi itu dinilai cocok dengan proyek pembaruan Milan yang tengah mencari pelatih muda dengan identitas permainan modern dan agresif.
Hingga kini, Milan belum mengumumkan keputusan resmi terkait pelatih baru, namun laporan Gazzetta dello Sport menempatkan Jaissle sebagai salah satu kandidat terkuat untuk memimpin Rossoneri musim depan. (*)
Editor : Efprizan