Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Arteta Bela Eberechi Eze Usai Gagal Penalti di Final Liga Champions

Efprizan • Minggu, 31 Mei 2026 | 09:27 WIB

 

Mikel Arteta memberikan instruksi kepada pemain Arsenal di laga final Liga Champions melawan PSG di Budapest, Sabtu (30/5). (Dok.Arsenal)
Mikel Arteta memberikan instruksi kepada pemain Arsenal di laga final Liga Champions melawan PSG di Budapest, Sabtu (30/5). (Dok.Arsenal)

PONTIANAK POST - Manajer Mikel Arteta membela Eberechi Eze setelah kegagalan sang gelandang dalam adu penalti menjadi salah satu faktor yang membuat Arsenal kehilangan gelar Liga Champions di final melawan Paris Saint-Germain di Budapest, Hungaria.

Arteta menegaskan Eze sebenarnya merupakan salah satu pemain yang paling konsisten saat menjalani latihan penalti bersama Arsenal.

Menurut Arteta dalam konferensi pers usai pertandingan, situasi di final Liga Champions berbeda karena tekanan yang dihadapi pemain jauh lebih besar dibandingkan sesi latihan.

"Kami masih memiliki kualitas dan dalam latihan Ebs (Eze) hampir tidak pernah gagal mengeksekusi penalti, tetapi Anda harus mengambil tendangan dalam momen seperti ini dan sayangnya kami tidak memiliki presisi yang sama," kata Arteta dikutip dari Sky Sports.

Baca Juga: Arsenal Gagal Juara Liga Champions, Declan Rice Soroti Momen Penalti Kontroversial

Arteta Tetap Percaya kepada Eze

Arteta menjelaskan komposisi penendang penalti Arsenal berubah karena pertandingan berlangsung hingga babak tambahan waktu.

Ia menyebut eksekutor utama seperti Bukayo Saka, Martin Odegaard, dan Kai Havertz sebenarnya masuk dalam daftar penendang utama sebelum kondisi pertandingan memaksa tim melakukan penyesuaian.

Pelatih asal Spanyol itu juga mengungkapkan Gabriel Magalhaes meminta sendiri kesempatan menjadi penendang kelima dalam adu penalti. Gabriel juga gagal menjadi algojo penalti sehingga PSG akhirnya merengkug gelar juara untuk kedua kalinya.

Meski Eze gagal menjalankan tugasnya, Arteta tidak menyalahkan pemain berusia 27 tahun tersebut karena kekalahan merupakan tanggung jawab seluruh tim.

Baca Juga: PSG Juara Liga Champions Lagi, Arsenal Tumbang Lewat Adu Penalti

Kekalahan Harus Menjadi Bahan Bakar

Arteta meminta para pemain Arsenal menjadikan rasa kecewa akibat kekalahan di final sebagai motivasi untuk berkembang pada musim berikutnya.

"Pertama-tama Anda harus merasakan rasa sakit itu, mencernanya, lalu mengubahnya menjadi bahan bakar untuk berkembang dan mencapai level yang berbeda," ujarnya.

Ia juga memberikan pujian kepada PSG yang menurutnya saat ini merupakan tim terbaik di dunia.

"Saya ingin mengucapkan selamat kepada PSG karena menurut saya mereka adalah tim terbaik di dunia. Apa yang mereka lakukan dengan bola dan kualitas individu para pemain mereka sangat luar biasa," kata Arteta.

Baca Juga: Koeman Bongkar Strategi Inggris di Piala Dunia: Andalkan Bola Mati Seperti Arsenal

Soroti Penalti Madueke yang Tidak Diberikan

Selain adu penalti, Arteta menilai Arsenal juga kurang beruntung dalam sejumlah momen penting sepanjang pertandingan.

Salah satu insiden yang disorot adalah keputusan wasit yang tidak memberikan penalti ketika Noni Madueke terjatuh setelah mendapat tantangan dari Nuno Mendes pada babak tambahan waktu.

Arteta mengaku telah mempelajari berbagai keputusan penalti di Liga Champions dalam beberapa hari terakhir dan merasa insiden tersebut layak dipertimbangkan sebagai pelanggaran.

"Saya sudah melihat tayangan ulangnya dan itu bisa saja menjadi penalti. Saya mempelajari semua penalti yang diberikan di Liga Champions selama 72 jam terakhir untuk memahami mana yang penalti dan mana yang bukan, dan situasi itu sangat mungkin dianggap penalti," ujarnya.

Baca Juga: Baru Dipecat Liverpool, Arne Slot Kini Jadi Incaran AC Milan

Meski demikian, Arteta memilih menerima keputusan wasit dan menegaskan Arsenal harus mencari cara lain untuk meningkatkan kualitas agar mampu memenangkan pertandingan besar seperti final Liga Champions.

Kebersamaan Jadi Kebanggaan Arsenal

Di tengah kekecewaan akibat kekalahan, Arteta mengaku tetap bangga terhadap para pemain dan staf Arsenal yang telah menjalani musim panjang dengan penuh dedikasi.

Ia menilai kebersamaan yang terjalin sepanjang musim jauh lebih berharga dibandingkan hasil akhir satu pertandingan.

"Apa yang saya katakan kepada para pemain dan staf adalah bahwa jika saya mengucapkan terima kasih satu juta kali pun, itu masih belum cukup. Bukan karena kami menjuarai Premier League atau bermain di final, tetapi karena kebahagiaan dan momen yang kami lalui bersama setiap hari," kata Arteta.

Baca Juga: Liverpool Pecat Arne Slot, Andoni Iraola Jadi Kandidat Terkuat

Hasil pertandingan akhirnya ditentukan melalui adu penalti setelah Arsenal dan PSG bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu.

PSG sukses mempertahankan gelar Liga Champions setelah menang 4-3 dalam adu penalti, sementara Arsenal gagal mengangkat trofi karena Gabriel Magalhaes dan Eberechi Eze tidak mampu mengonversi tendangan mereka menjadi gol. (*)

Editor : Efprizan
#Mikel Arteta #Eberechi Eze #arsenal #psg #liga champions