Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pep Guardiola Ternyata Sudah 100 Kali Ingin Mundur dari Manchester City, Bos Klub Ungkap Alasan Kepergiannya

Uray Ronald • Jumat, 5 Juni 2026 | 09:25 WIB
Pep Guardiola membuka peluang meninggalkan Manchester City setelah gagal mempertahankan gelar Premier League. (Dok. Man. City)
Pep Guardiola membuka peluang meninggalkan Manchester City setelah gagal mempertahankan gelar Premier League. (Dok. Man. City)

 

PONTIANAK POST - Pep Guardiola ternyata sudah berkali-kali ingin meninggalkan Manchester City selama satu dekade terakhir, namun baru benar-benar mengakhiri masa jabatannya pada musim panas 2026. 

Bos klub Khaldoon Al Mubarak mengungkapkan bahwa pelatih asal Spanyol itu "sudah 100 kali ingin mengundurkan diri." Sebelumnya, pengunduran diri Pep selalu ditolak, tetapi kali ini manajemen menyadari keputusannya tidak lagi dapat diubah.

Kepergian Guardiola menandai berakhirnya salah satu era tersukses dalam sejarah Manchester City setelah 10 tahun penuh gelar dan dominasi di sepak bola Inggris maupun Eropa.

Manchester City Akhirnya Kehilangan Guardiola Setelah 10 Tahun

Manchester City memastikan berpisah dengan Guardiola setelah sang pelatih menyelesaikan musim ke-10 sejak datang dari Barcelona pada 2016.

Menurut Khaldoon Al Mubarak, Guardiola sebenarnya tidak pernah membayangkan akan bertahan selama satu dekade di Stadion Etihad.

Bahkan ketika memasuki tahun keempat dan kelima, pelatih berusia 55 tahun itu sudah mulai mempertanyakan berapa lama lagi dirinya akan melanjutkan pekerjaannya.

"Selama 10 tahun terakhir, dia mungkin sudah mengundurkan diri 100 kali," kata Khaldoon kepada ESPN.

Baca Juga: Mikel Arteta Raih Penghargaan Manajer Terbaik Premier League, Kalahkan Pep Guardiola dan Michael Carrick

Pernyataan tersebut menggambarkan tekanan besar yang dihadapi seorang pelatih elite. 

Di balik sederet trofi dan kesuksesan, Guardiola disebut kerap mengalami momen kelelahan mental yang membuatnya mempertimbangkan untuk berhenti.

Namun setiap kali muncul keinginan untuk pergi, manajemen City berhasil meyakinkannya untuk bertahan dan melanjutkan proyek jangka panjang klub.

Khaldoon Akui Kali Ini Guardiola Benar-Benar Serius

Khaldoon mengatakan ada perbedaan besar antara keinginan Guardiola untuk mundur pada tahun-tahun sebelumnya dengan keputusan yang diambil musim ini.

Menurutnya, selama bertahun-tahun Guardiola sering mengungkapkan rasa lelah setelah menghadapi tekanan kompetisi yang sangat tinggi.

"Saya tidak melawan keputusan ini sama sekali karena saya tahu kali ini dia benar-benar serius," ujar Khaldoon.

Baca Juga: Setelah Dipecat Chelsea, Enzo Maresca Kini Jadi Suksesor Pep Guardiola di Manchester City Usai Teken Kontrak 3 Tahun

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa perpisahan antara Guardiola dan Manchester City berlangsung secara damai. Tidak ada konflik internal yang melatarbelakangi keputusan tersebut.

Bagi para pendukung City, kepergian Guardiola bukan hanya kehilangan seorang pelatih, tetapi juga berakhirnya sosok yang membantu mengubah klub menjadi salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia.

Enzo Maresca Jadi Kandidat Terkuat Pengganti Guardiola

Manchester City kini fokus pada proses transisi untuk menjaga stabilitas klub setelah era Guardiola berakhir.

Nama Enzo Maresca disebut sebagai kandidat utama pengganti Guardiola. Pelatih asal Italia berusia 46 tahun itu pernah bekerja di lingkungan Manchester City sebelum menangani Chelsea.

Khaldoon mengungkapkan bahwa proses penunjukan pelatih baru masih berlangsung karena klub harus menyelesaikan sejumlah dokumen dan pembicaraan terkait kompensasi.

Baca Juga: Air Mata di Lingkaran Tengah: Pep Guardiola Ucap Perpisahan Emosional dengan Manchester City

Manajemen sebenarnya berharap dapat mengumumkan pelatih baru lebih cepat. Namun klub meminta para suporter bersabar hingga seluruh proses administrasi selesai.

"Kami telah melalui proses yang sangat matang dan terstruktur. Saya yakin kami akan membawa pelatih yang tepat untuk klub ini," kata Khaldoon.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa City berupaya menjaga kesinambungan filosofi permainan yang telah dibangun selama satu dekade terakhir.

Manchester City Siapkan Skuad Baru untuk Tetap Bersaing

Meski kehilangan Guardiola, Manchester City menegaskan ambisinya untuk tetap menjadi penantang utama gelar pada musim depan.

Khaldoon menolak anggapan bahwa klub telah mencapai puncak performa dan akan memasuki fase penurunan. Ia menegaskan bahwa City telah memiliki rencana jelas dalam bursa transfer musim panas.

Menurutnya, manajemen sudah menentukan target pemain yang akan direkrut untuk memperkuat skuad. Klub juga berkomitmen bergerak cepat agar kebutuhan tim dapat segera terpenuhi sebelum musim baru dimulai.

"Kami tahu apa yang kami inginkan, kami tahu apa yang kami butuhkan, dan kami tahu bagaimana cara mendapatkannya," tegas Khaldoon.

Baca Juga: Pep Guardiola: Kisah Pelatih yang Tak Pernah Diam Melawan Genosida Gaza

Manchester City menutup musim dengan keyakinan bahwa fondasi yang dibangun selama era Guardiola masih cukup kuat untuk menjaga klub tetap kompetitif. 

Tantangan berikutnya adalah memastikan transisi kepelatihan berjalan mulus tanpa mengorbankan identitas permainan yang telah membawa banyak kesuksesan selama satu dekade terakhir.*

Editor : Uray Ronald
#liga inggris #Enzo Maresca #Khaldoon Al Mubarak #manchester city #pep guardiola