PONTIANAK POST - Setelah mencapai final Piala Dunia 2018 dan 2022, Prancis kembali memburu panggung tertinggi pada edisi 2026 yang berlangsung di Amerika Utara.
Dengan skuad bertabur bintang yang dipimpin Kylian Mbappe, tim asuhan Didier Deschamps menargetkan trofi dunia sekaligus perpisahan sempurna bagi pelatih yang telah memimpin sejak 2012.
Menurut laporan BBC Sport, Deschamps kini mengandalkan formasi 4-2-3-1 yang dinilai lebih seimbang dibandingkan pendekatan mereka di Euro 2024.
"Kami memiliki kualitas di banyak lini dan terus berupaya menemukan keseimbangan terbaik," kata Deschamps, menjadi pesan yang tercermin dari perubahan taktik sang pelatih menjelang turnamen.
Kekuatan utama Prancis berada di sektor serang. Data menunjukkan sembilan pemain ofensif Les Bleus memiliki estimasi nilai pasar gabungan lebih dari 800 juta euro atau sekitar Rp15 triliun.
Mbappe menjadi sorotan utama setelah mencetak 42 gol dalam 44 pertandingan sepanjang musim 2025-2026, sementara Dembele tampil impresif bersama Paris Saint-Germain dan Olise menjadi salah satu kreator peluang terbaik di Eropa bersama Bayern Munchen.
Meski demikian, Prancis masih memiliki pekerjaan rumah di sektor kiri pertahanan. Pos bek kiri dinilai menjadi titik lemah setelah beberapa pemain yang tersedia lebih kuat dalam membantu serangan dibanding bertahan.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Messi Belum Habis, Argentina Datang dengan Misi Pertahankan Mahkota Juara
Kerentanan tersebut sempat terlihat saat Prancis kalah dari Pantai Gading dalam laga uji coba awal Juni.
Deschamps sendiri berpeluang mencatat sejarah sebagai pelatih kedua yang mampu memenangkan dua Piala Dunia setelah pelatih legendaris Italia, Vittorio Pozzo.
Sumber BBC Sport menyebut kontrak Deschamps akan berakhir usai turnamen, dengan nama Zinedine Zidane disebut-sebut sebagai penerusnya.(*)
Editor : Budi Miank