PONTIANAK POST - Timnas Afrika Selatan resmi kembali ke panggung Piala Dunia 2026 setelah menunggu selama 16 tahun sejak terakhir tampil sebagai tuan rumah pada edisi 2010.
Bafana Bafana langsung menghadapi tantangan besar dengan melawan tuan rumah bersama Meksiko pada laga pembuka turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Di bawah arahan pelatih Hugo Broos, Afrika Selatan datang dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah menjalani kualifikasi yang impresif.
Meski mayoritas diperkuat pemain dari liga domestik, Bafana Bafana bertekad membuktikan bahwa mereka mampu menciptakan kejutan dan bersaing dengan tim-tim unggulan di ajang sepak bola terbesar dunia.
Afrika Selatan terakhir tampil di Piala Dunia saat menjadi tuan rumah edisi 2010. Kala itu mereka gagal melaju ke babak 16 besar hanya karena kalah selisih gol.
Kini, tim berjuluk Bafana Bafana kembali dengan modal performa impresif sepanjang babak kualifikasi.
Pelatih asal Belgia, Hugo Broos, dinilai berhasil mengubah wajah tim nasional selama lima tahun terakhir.
Di bawah arahannya, Afrika Selatan tampil lebih disiplin dalam bertahan dan memiliki kepercayaan diri tinggi setelah mampu finis di atas Nigeria pada fase kualifikasi.
"Kami memiliki keyakinan yang kuat dan tim ini terus berkembang," kata Broos seperti dikutip dari BBC Sport.
Meski demikian, Afrika Selatan masih memiliki sejumlah kelemahan. Kekalahan dari Kamerun pada babak 16 besar Piala Afrika 2025 memperlihatkan kesulitan mereka beradaptasi ketika strategi utama tidak berjalan sesuai rencana.
Selain itu, minimnya pemain yang berkarier di luar negeri membuat pengalaman internasional skuad relatif terbatas.
Di sektor pemain, gelandang Teboho Mokoena menjadi motor permainan berkat kemampuan bertahan dan tendangan jarak jauhnya.
Sementara kapten sekaligus penjaga gawang Ronwen Williams tetap menjadi figur sentral setelah mencatat sejarah dengan menggagalkan empat penalti dalam satu adu penalti Piala Afrika 2023.
Baca Juga: Jelang Piala Dunia 2026, Jersey Bola Bermotif Pemain Mulai Diburu
Untuk lini depan, harapan gol bertumpu pada Lyle Foster yang saat ini bermain di klub Inggris, Burnley.
Broos mengakui penyerang berusia 25 tahun itu membutuhkan tambahan kepercayaan diri setelah menjalani musim yang tidak mudah di level klub.(*)
Editor : Budi Miank