PONTIANAK POST - Real Madrid resmi menunjuk kembali Jose Mourinho sebagai pelatih kepala tim utama dengan kontrak berdurasi tiga tahun hingga 30 Juni 2029.
Keputusan yang diumumkan pada Jumat itu menandai kembalinya pelatih asal Portugal tersebut ke Santiago Bernabeu setelah lebih dari satu dekade meninggalkan klub.
Penunjukan Jose Mourinho menjadi langkah strategis Presiden Real Madrid Florentino Perez untuk mengembalikan daya saing Los Blancos setelah klub gagal meraih trofi dalam dua musim terakhir.
Kembalinya sosok yang pernah membawa Madrid meraih gelar domestik itu diharapkan menjadi jawaban atas tuntutan suporter yang mendambakan kebangkitan tim.
Real Madrid Resmi Umumkan Mourinho
Dalam pernyataan resmi klub, dewan direksi bersama Presiden Florentino Perez menyepakati penunjukan Mourinho sebagai pelatih kepala untuk tiga musim mendatang.
Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri masa kerja Mourinho bersama Benfica. Berdasarkan laporan Sport Illustrated, Real Madrid harus membayar kompensasi sebesar 13 juta poundsterling atau sekitar Rp311 miliar guna menebus kontrak sang pelatih di klub Portugal tersebut.
Baca Juga: Mourinho Kembali ke Madrid, Trent Alexander-Arnold Terancam Tergusur?
"Mourinho adalah sosok yang membuat kami kembali kompetitif. Dialah yang membangun semangat juang yang kemudian menjadi fondasi kesuksesan Real Madrid dalam tahun-tahun berikutnya," kata Perez.
"Sekarang kami ingin semangat kompetitif itu kembali, dan Mourinho adalah orang yang tepat untuk mewujudkannya."
Janji Florentino Perez yang Akhirnya Terwujud
Kembalinya Mourinho ke ibu kota Spanyol disebut tidak terlepas dari komitmen Florentino Perez. Presiden Real Madrid itu sebelumnya menyampaikan keinginannya untuk membawa kembali Mourinho apabila kembali terpilih memimpin klub dalam pemilihan awal bulan ini.
Bagi sebagian pendukung Madrid, keputusan tersebut menghadirkan nostalgia sekaligus harapan baru. Mourinho dikenal sebagai salah satu pelatih yang mampu memutus dominasi rival-rival domestik pada era sebelumnya.
Rekam Jejak Mourinho di Santiago Bernabeu
Periode pertama Mourinho bersama Real Madrid berlangsung pada 2010 hingga 2013. Selama tiga musim, ia mempersembahkan satu gelar Liga Spanyol, satu Copa del Rey, dan satu Piala Super Spanyol.
Lebih dari sekadar trofi, Mourinho kala itu berhasil membangun mental kompetitif tim yang mampu bersaing ketat di level domestik maupun Eropa.
Dari sisi performa, periode pertama Mourinho di Santiago Bernabeu tergolong sukses. Pelatih asal Portugal itu memimpin Real Madrid dalam 178 pertandingan resmi dengan catatan 128 kemenangan, 28 hasil imbang, dan 22 kekalahan.
Di Liga Champions, Mourinho berhasil mengakhiri kutukan babak 16 besar yang sempat menghantui Los Blancos dengan membawa tim mencapai semifinal selama tiga musim berturut-turut, yakni pada 2010–11, 2011–12, dan 2012–13.
Baca Juga: Real Madrid Pertimbangkan Pedro Porro, Mourinho Cari Bek Kanan Baru
Meski belum berhasil mempersembahkan trofi Liga Champions, fondasi kompetitif yang dibangunnya kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan Real Madrid menuju era kejayaan Eropa pada tahun-tahun berikutnya.
Perjalanan Panjang Setelah Tinggalkan Madrid
Setelah meninggalkan Real Madrid, Mourinho melanjutkan karier kepelatihannya di sejumlah klub elite Eropa. Ia sempat menangani Chelsea, Manchester United, Tottenham Hotspur, Roma, Fenerbahce, hingga Benfica.
Musim lalu menjadi satu-satunya musim Mourinho bersama Benfica. Meski berhasil membawa tim menyelesaikan kompetisi Liga Portugal tanpa kekalahan, hasil tersebut belum cukup untuk mengantar klub meraih gelar juara dan hanya finis di posisi ketiga klasemen akhir.
Tantangan Besar Menanti Mourinho
Mourinho kembali ke Real Madrid dalam situasi yang berbeda dibandingkan periode pertamanya. Klub saat ini sedang menghadapi tekanan besar setelah dua musim tanpa trofi.
Harapan publik Madrid tidak hanya tertuju pada perolehan gelar. Banyak pendukung menginginkan kembalinya identitas kompetitif yang selama ini menjadi ciri khas klub.
Di tengah ekspektasi tinggi tersebut, Mourinho harus segera membangun kembali kepercayaan diri skuad, memperkuat konsistensi permainan, dan menghadirkan hasil positif sejak awal musim.
Dampak bagi Suporter dan Masa Depan Klub
Bagi para pendukung Real Madrid, pengumuman ini menjadi kabar yang membangkitkan optimisme. Sosok Mourinho dikenal memiliki karakter kuat dan pengalaman panjang menghadapi tekanan di klub-klub besar Eropa.
Kembalinya pelatih berusia 63 tahun itu juga membuka harapan baru bagi generasi pemain muda Madrid yang membutuhkan figur berpengalaman untuk berkembang di level tertinggi sepak bola dunia.
Benfica Bergerak Cepat Cari Pengganti
Di sisi lain, Benfica tidak membutuhkan waktu lama untuk mencari suksesor Mourinho. Klub Portugal tersebut dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan mantan pelatih Fulham, Marco Silva, sebagai pelatih baru.
Pergantian cepat ini menunjukkan kesiapan Benfica menghadapi musim baru sekaligus memulai babak baru setelah ditinggalkan sosok yang membawa tim menjalani musim tanpa kekalahan.
Baca Juga: Mourinho Sebut Materazzi dan John Terry sebagai Bek Terbaik yang Pernah Ia Latih
Era Kedua Mourinho Dimulai
Penunjukan Jose Mourinho menandai dimulainya era baru di Santiago Bernabeu. Dengan rekam jejak, pengalaman, dan karakter kepemimpinannya, Mourinho kini mengemban tugas berat untuk mengakhiri paceklik trofi serta mengembalikan Real Madrid ke puncak sepak bola Spanyol dan Eropa.
Keberhasilan atau kegagalan proyek ini akan menjadi salah satu cerita terbesar dalam dunia sepak bola Eropa selama beberapa musim mendatang.*
Editor : Uray Ronald