PONTIANAK POST - Pelatih Jerman Julian Nagelsmann memuji respons anak asuhnya setelah bangkit dari kejutan gol Curaçao dan menutup laga pembuka Piala Dunia 2026 dengan kemenangan telak 7-1, Senin (15/6) dini hari WIB.
Jerman sempat dikejutkan oleh gol bersejarah Livano Comenencia yang membuat Curaçao menyamakan kedudukan pada babak pertama dalam pertandingan yang berlangsung di Amerika Serikat.
Gol tersebut menjadi gol pertama Curaçao sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia dan sempat menguji mental Jerman yang gagal lolos dari fase grup dalam dua edisi terakhir turnamen.
Gol Curaçao Uji Mental Jerman
Jerman sebenarnya mendominasi pertandingan sejak awal dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya yang gagal berbuah gol.
Baca Juga: Hasil Piala Dunia Belanda 2-2 Jepang: Ketika Koeman Bertahan pada Taktiknya
Menurut Nagelsmann, timnya sempat kurang beruntung karena banyak tembakan diblok pemain lawan di area penalti.
"Curaçao menyamakan kedudukan lewat tembakan pertama mereka ke gawang kami dan menarik untuk melihat bagaimana kami merespons situasi itu," kata Nagelsmann, dilansir ESPN, pascapertandingan.
Alih-alih panik, Jerman justru menunjukkan reaksi positif setelah kebobolan.
Nico Schlotterbeck mengembalikan keunggulan Jerman pada menit ke-38 melalui sundulan memanfaatkan sepak pojok Nathaniel Brown.
Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026, Haiti 0-1 Skotlandia: Akhiri Dahaga Kemenangan 28 Tahun Berkat McGinn
Kai Havertz kemudian mencetak gol dari titik penalti untuk menutup babak pertama dengan keunggulan 3-1.
Perubahan Taktik Jadi Kunci
Nagelsmann mengungkapkan Curaçao tampil dengan formasi berlian 4-4-2 yang jarang digunakan tim modern sehingga sempat menyulitkan Jerman.
Menurut dia, jeda minum yang diterapkan FIFA membantu tim pelatih menyampaikan penyesuaian taktik kepada para pemain.
"Curaçao bermain dengan formasi diamond dan kami mengubah cara menyerang sebelum jeda minum. Jeda itu membantu kami menegaskan kembali penyesuaian yang sudah direncanakan," ujarnya.
Baca Juga: Sepatu Bola Pink Kuasai Piala Dunia 2026, Ini Alasannya
Setelah menemukan solusi, permainan Jerman semakin berkembang dan mampu mengontrol pertandingan.
Jamal Musiala mencetak gol hanya dua menit setelah babak kedua dimulai sebelum Jerman terus menambah keunggulan hingga laga berakhir 7-1.
Modal Penting Setelah Kegagalan Masa Lalu
Kemenangan besar ini menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Jerman yang tersingkir di fase grup pada Piala Dunia 2018 dan 2022.
Nagelsmann menilai timnya menunjukkan karakter yang lebih matang dibandingkan pengalaman pahit sebelumnya.
"Kami bangkit dengan sangat baik. Pada babak kedua kami mengontrol pertandingan, bertahan dengan baik, menciptakan banyak peluang, dan mencetak gol melalui berbagai situasi," katanya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada pelatih Curaçao Dick Advocaat yang dinilai mampu menyiapkan tim debutan tersebut dengan sangat baik.
Di balik kekalahan telak, Curaçao tetap mencatat sejarah melalui gol pertama mereka di Piala Dunia, sebuah momen yang akan dikenang oleh pemain dan pendukung negara Karibia itu.
Bagi Jerman, kemenangan besar ini menjadi awal yang menjanjikan dalam upaya menghapus trauma dua kegagalan beruntun di fase grup dan mengembalikan status mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara dunia. (*)
Editor : Efprizan