PONTIANAK POST-Pelatih Jerman Julian Nagelsmann sempat kesal dengan sistem babak 32 besar di Piala Dunia 2026. Sebab, sebagai tim yang lolos dari penyisihan Grup E dengan status juara, timnya tidak bisa langsung tahu siapa yang bakal jadi lawannya di babak 32 Besar hingga pertandingan terakhir babak penyisihan Grup E pada 26 Juni.
Lolos dengan status juara Grup E, tim Panser-julukan Jerman masih harus menunggu hasil pertandingan terakhir di Grup A, B, C, D, dan F. Dia juga baru tahu 48 jam sebelum kick-off babak 32 Besar jika lawannya adalah Paraguay, yang lolos sebagai peringkat tiga terbaik dari Grup A.
Menurutnya, untuk pertandingan penting dengan sistem gugur, tidak cukup hanya 48 jam untuk melakukan analisis. Banyak video yang harus dilihat. Tidak sekedar pertandingan saja, juga gerakan pemain lawan di tiap posisinya.
''Ini tidak ideal. Kami seperti dihukum meskipun lolos sebagai juara grup,'' ungkapnya seperti dikutip oleh AS.
Baca Juga: Hong Myung-bo Mundur Usai Korsel Tersingkir di Piala Dunia 2026, Presiden Sebut Pelatih Tak Cakap
Lembur buat Analisis Lawan
Bahkan, pelatih berusia 38 tahun itu mengibaratkan timnya bakal 'begadang' hanya untuk menganalisis lawan. Nagelsmann dan stafnya harus berkejaran dengan waktu agar bisa mencari kelemahan dari Paraguay.
Untungnya, Nagelsmann punya staf pelatih yang bisa diajak begadang. Yakni dua asisten pelatih Benjamin Hubner dan Benjamin Gluck. Dua asisten yang usianya masih di bawah 40 tahun.
''Mereka bisa menghabiskan sepanjang malam untuk bekerja tanpa ada masalah apa pun,'' bebernya.
Nah, hasil ‘’lembur’’ itu benar-benar bakal diuji pada Selasa (30/6) dini hari WIB. Apalagi, Joshua Kimmich dkk baru saja mendapat kritikan pedas setelah kalah melawan Ekuador di pertandingan terakhir Grup E.
Baca Juga: Kanada Ukir Sejarah ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026, Jesse Marsch Sebut Timnya Pahlawan Nasional
''Kami harus belajar bahwa setelah awal yang baik dan keunggulan di awal pertandingan, harus diselesaikan dengan bermain lebih tenang. Kami hanya perlu lebih sabar dan tetap lebih terstruktur dalam tiap posisi,'' tegasnya.
Bak Laga Final
Sementara itu, bek Paraguay Gustavo Gomez menyebut, poin yang diperoleh pada laga terakhir saat menahan imbang Australia sangat penting. Babak 32 Besar melawan Jerman diakuinya bakal jadi laga yang berat.
''Tujuan utama kami adalah lolos (dari penyisihan grup). Kami akan melakukan yang terbaik,'' bebernya seperti dikutip FIFA.
Pelatih Paraguay Gustavo Alfaro meminta pemainnya untuk tidak minder melawan Jerman.
‘’Kita harus menghadapi pertandingan ini seolah-olah ini adalah pertandingan terakhir di turnamen. Jika kita melakukan tugas kita dengan baik, kita berhak untuk memainkan satu pertandingan lagi,” kata Alfaro. “Ini adalah final bagi kita.”
Perkiraan Pemain dan Skor
Jerman (4-2-3-1) ; 1-M.Neuer (pg); 6-J.Kimmich (k), 4-J.Tah, 2-A.Rudiger, 22-D.Raum; 23-F.Nmecha, 5-A.Pavlovic; 19-L.Sane, 10-J.Musiala, 17-F.Wirtz; 7-Kai Havertz
Pelatih: Julian Nagelsmann
Paraguay (5-4-1) : 12-O.Gill (pg); 4-J.Caceres, 2-G.Velazquez, 15-G.Gomez, 3-O.Alderete, 26-A.Maidana; 8-D.Gomez, 14-A.Cubas, 23-M.Galarza, 19-J.Enciso; 21-G.Avalos
Pelatih: Gustavo Alfaro
- Stadion: Boston, Foxborough, Massachusetts
- Waktu: Selasa, 30 Juni 2026
- Wasit : Jalal Jayed (Maroko)
- Live: TVRI pukul 03.30 WIB
Skor: Jerman 2-0 Paraguay (*)
Editor : Efprizan