PONTIANAK POST - Pelatih Timnas Belanda Ronald Koeman menegaskan tidak menyesali keputusannya menggunakan formasi lima bek saat menghadapi Maroko, meski strategi tersebut gagal menyelamatkan De Oranje dari kekalahan dramatis melalui adu penalti pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Monterrey, Meksiko, Senin (30/6).
Belanda tersingkir 2-3 dalam adu penalti setelah bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu.
Koeman memilih pendekatan yang lebih defensif sebagai respons atas kekuatan Maroko, bukan karena rasa takut menghadapi semifinalis Piala Dunia 2022 tersebut.
Koeman Tak Menyesal Pilih Lima Bek
Koeman mengaku sadar keputusannya akan memicu kritik karena dianggap menyimpang dari filosofi sepak bola menyerang yang selama ini melekat pada Belanda.
Baca Juga: Drama Penalti Hentikan Belanda, Tangis Gakpo Warnai Lolosnya Maroko ke 16 Besar Piala Dunia 2026
"Dengan pendekatan yang lebih defensif ini, kami memberi lawan jauh lebih sedikit peluang dibandingkan saat fase grup," kata Koeman kepada Reuters.
Ia mengakui Belanda memang menjadi kurang agresif dalam menyerang, tetapi menilai keseimbangan permainan tim jauh lebih baik.
"Kalau saya harus mengulang pertandingan ini, saya akan memilih cara yang sama lagi," tegasnya.
Koeman menambahkan, jika Maroko tidak mencetak gol penyama kedudukan pada menit-menit akhir, keputusan memainkan lima bek kemungkinan besar justru akan menuai pujian.
"Sekarang saya mungkin akan dimarahi karena memainkan lima bek, tetapi saya tetap yakin itu memang diperlukan," ujarnya.
Bukan Karena Takut kepada Maroko
Koeman membantah anggapan bahwa Belanda bermain bertahan karena gentar menghadapi Maroko.
Menurutnya, keputusan taktis tersebut diambil berdasarkan analisis terhadap karakter permainan lawan yang dinilai jauh lebih kuat dibandingkan Swedia maupun Tunisia, dua lawan Belanda pada fase grup.
"Ini bukan soal rasa takut. Mengapa harus takut? Kami tetap memainkan tiga penyerang di lapangan," katanya.
Ia menjelaskan perubahan sistem hanya bertujuan memperkuat organisasi pertahanan agar tim lebih sulit ditembus.
"Ini murni soal memperbaiki pertahanan berdasarkan analisis terhadap lawan. Anda boleh memiliki pendapat berbeda, tetapi saya juga punya pandangan sendiri," ujar Koeman.
Strategi Disepakati Seluruh Pemain
Koeman mengungkapkan perubahan strategi bukan keputusan sepihak.
Ia mengatakan seluruh pemain telah diajak berdiskusi sebelum pertandingan dan sepakat menjalankan pendekatan yang lebih pragmatis demi meningkatkan peluang lolos ke babak berikutnya.
"Saya bersama tim setiap hari. Saya tahu apa yang harus diperbaiki dan inilah solusi yang kami pilih bersama," katanya.
Meski demikian, strategi tersebut gagal membuahkan hasil setelah Maroko menyamakan kedudukan pada masa injury time sebelum akhirnya menang 3-2 melalui adu penalti.
Masa Depan Koeman Masih Tanda Tanya
Kekalahan dari Maroko membuat perjalanan Belanda di Piala Dunia 2026 berakhir lebih cepat.
Koeman mengaku belum mengambil keputusan mengenai masa depannya sebagai pelatih tim nasional.
Baca Juga: Siapa Orlando Gill? Tembok Paraguay yang Menumbangkan Jerman di Piala Dunia 2026
"Saya akan memikirkan semuanya terlebih dahulu sebelum menentukan langkah selanjutnya," ujarnya.
Sementara itu, Maroko melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi Kanada dengan kepercayaan diri tinggi setelah kembali menunjukkan mental kuat dalam pertandingan sistem gugur. (*)
Editor : Efprizan