Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Tiga Pemain Muslim Tanjung Verde Rutin Salat Berjamaah, Jadi Kekuatan di Piala Dunia 2026

Efprizan • Selasa, 30 Juni 2026 | 14:49 WIB
Pemain Timnas Tanjung Verde saat menjalani salat berjamaah. (istimewa)
Pemain Timnas Tanjung Verde saat menjalani salat berjamaah. (istimewa)

PONTIANAK POST - Timnas Tanjung Verde (Cape Verde) tidak hanya mencuri perhatian berkat kiprahnya yang bersejarah di Piala Dunia 2026, tetapi juga karena kisah tiga pemain Muslim yang rutin menunaikan salat bersama sebelum pertandingan sebagai bagian dari persiapan menghadapi laga.

Steven Moreira, Jamiro Monteiro, dan Logan Costa mengungkapkan bahwa mereka selalu melaksanakan salat berjamaah sebelum tim turun ke lapangan, sekaligus menjadikan ibadah sebagai sumber ketenangan dan kekuatan mental saat mewakili negara mereka di panggung sepak bola dunia.

Salat Jadi Bagian Persiapan Bertanding

Ketiga pemain tersebut menyebut kebiasaan salat bersama telah menjadi rutinitas setiap menjelang pertandingan.

Mereka berkumpul untuk beribadah dan berdoa agar diberikan kelancaran, kesehatan, serta kemampuan menampilkan permainan terbaik demi membawa nama Tanjung Verde.

Baca Juga: Koeman Tetap Bela Formasi Lima Bek Meski Belanda Tersingkir dari Piala Dunia

Kebersamaan sebagai sesama Muslim juga mempererat hubungan mereka di dalam skuad sehingga menumbuhkan rasa saling mendukung di tengah tekanan kompetisi Piala Dunia.

Kisah tersebut mendapat sambutan positif dari banyak pencinta sepak bola karena menunjukkan para pemain tetap menjaga keyakinan agama tanpa mengurangi profesionalisme sebagai atlet.

Tiga Pemain Berkarier di Klub Eropa dan Amerika

Steven Moreira menjadi sosok paling senior di antara ketiganya.

Bek berusia 31 tahun itu lahir di Noisy-le-Grand, Prancis, sempat memperkuat tim kelompok umur Prancis sebelum memilih membela Tanjung Verde pada 2023, dan kini bermain bersama Columbus Crew di Major League Soccer (MLS).

Baca Juga: Drama Penalti Hentikan Belanda, Tangis Gakpo Warnai Lolosnya Maroko ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Jamiro Monteiro merupakan gelandang berusia 32 tahun yang lahir di Rotterdam, Belanda, serta telah memperkuat Tanjung Verde sejak 2016.

Karier Monteiro membawanya memperkuat sejumlah klub seperti Cambuur, Heracles Almelo, Philadelphia Union, San Jose Earthquakes, hingga kini bermain untuk PEC Zwolle di Eredivisie Belanda.

Sementara itu, Logan Costa adalah bek tengah berusia 25 tahun yang lahir di Saint-Denis, Prancis.

Pemain Villarreal tersebut pernah menimba ilmu di akademi Reims dan Toulouse sebelum memilih membela Tanjung Verde pada 2022 setelah sebelumnya memperkuat tim junior Prancis.

Baca Juga: Preview, Jadwal dan Prediksi Skor Piala Dunia 2026, Meksiko vs Ekuador: Rekor Sempurna El Tri Diuji La Tri

Membela Tanah Leluhur dengan Bangga

Meski lahir dan berkembang di Eropa, ketiga pemain memilih membela negara asal keluarga mereka di level internasional.

Keputusan tersebut menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan mereka dalam membawa Tanjung Verde bersaing di ajang sepak bola terbesar dunia.

Pencapaian Tanjung Verde menembus babak gugur Piala Dunia 2026 menjadi sejarah baru bagi negara kepulauan kecil di lepas pantai Afrika Barat itu.

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa disiplin, persatuan, dan semangat juang mampu membawa tim dengan sumber daya terbatas bersaing melawan negara-negara besar.

Baca Juga: Preview, Jadwal dan Prediksi Skor Piala Dunia 2026 Pantai Gading Vs Norwegia: Haaland Jadi Andalan, Waspadai Kejutan Les Éléphants

Di balik pencapaian itu, kebiasaan Steven Moreira, Jamiro Monteiro, dan Logan Costa menjaga ibadah menjadi kisah inspiratif yang memperlihatkan bagaimana nilai spiritual memberi ketenangan dan kekuatan saat menghadapi tekanan di lapangan. (*)

Editor : Efprizan
#tanjung verde #Steven Moreira #Jamiro Monteiro #Logan Costa #piala dunia 2026