PONTIANAK POST - Hugo Broos menikmati perjalanan yang istimewa di Piala Dunia 2026.
Di usia yang tak lagi muda, pelatih Afrika Selatan itu bukan hanya membawa timnya mencetak sejarah, tetapi juga mengukir rekor pribadi yang sulit dilupakan.
Dikutip dari Jawapos, terlepas dari hasil pertandingan babak 32 besar melawan Kanada dini hari nanti, Broos dipastikan sudah meninggalkan jejak penting di turnamen ini.
Baca Juga: Laga Pembuka Piala Dunia Diwarnai Tiga Kartu Merah, Meksiko Menang 2-0 atas Afrika Selatan
Ia sukses mengantarkan Afrika Selatan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya sekaligus menjadi pelatih tertua yang memenangi sebuah pertandingan di ajang tersebut.
Pecahkan rekor usai taklukkan Korea Selatan
Rekor itu tercipta ketika Afrika Selatan mengalahkan Korea Selatan dengan skor 1-0 pada laga terakhir Grup A, Kamis (26/6).
Saat kemenangan tersebut diraih, usia Broos telah mencapai 74 tahun 75 hari.
Baca Juga: Meksiko Waspadai Afrika Selatan pada Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Catatan itu melampaui rekor sebelumnya yang dipegang pelatih Ghana, Carlos Queiroz, yang baru tercipta sepekan sebelumnya saat membawa timnya menang 1-0 atas Panama.
Pencapaian tersebut menjadi pelengkap perjalanan bersejarah Afrika Selatan yang untuk pertama kalinya berhasil menembus fase gugur Piala Dunia.
Broos lebih mengutamakan kesuksesan tim
Meski mencatatkan rekor individu, Broos menegaskan bahwa fokus utamanya bukanlah pencapaian pribadi. Baginya, keberhasilan tim melangkah sejauh mungkin di Piala Dunia jauh lebih berarti.
"Secara pribadi saya juga ingin berada di babak kedua. Ini Piala Dunia pertama saya sebagai pelatih, dan mungkin juga yang terakhir. Jadi saya ingin sukses," ujar Broos dikutip dari News24.
Pernyataan itu menegaskan ambisi pelatih berusia 74 tahun tersebut untuk terus membawa Afrika Selatan melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026. (*)
Editor : Chairunnisya