PONTIANAK POST - Mikel Oyarzabal tampil sebagai penentu kemenangan Spanyol setelah mencetak dua gol saat juara Eropa itu mengalahkan Austria 3-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, sekaligus membawa La Furia Roja meraih kemenangan fase gugur pertama mereka di ajang Piala Dunia sejak 2010, Jumat (3/7) dini hari WIB.
Kemenangan di Stadion Los Angeles itu semakin menegaskan status Spanyol sebagai salah satu kandidat kuat juara setelah belum terkalahkan dalam 34 pertandingan beruntun, mencetak delapan gol dan belum sekali pun kebobolan sepanjang empat laga di turnamen ini.
Oyarzabal Menjawab Kepercayaan
Di tengah sorotan besar yang terus mengiringi Lamine Yamal, Oyarzabal justru menjadi sosok paling efektif di lini depan Spanyol dengan torehan empat gol dalam empat pertandingan Piala Dunia 2026.
Striker berusia 29 tahun yang sepanjang karier profesionalnya hanya membela Real Sociedad itu kini telah mengoleksi 17 gol dalam 16 penampilan terakhir sebagai starter bersama tim nasional Spanyol.
Baca Juga: Duka Membayangi Piala Dunia 2026, Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas di Gaza
Pakar sepak bola Spanyol Guillem Balague kepada BBC Radio 5 Live mengatakan perhatian publik memang banyak tertuju kepada Lamine Yamal, tetapi Oyarzabal merupakan pemain yang sangat cerdas dan selalu mampu menjadi pembeda dalam pertandingan penting.
Menurut Balague, dua musim terakhir setelah pulih dari cedera ligamen lutut menjadi periode terbaik dalam karier Oyarzabal sehingga ketajamannya saat ini bukanlah sebuah kebetulan.
Mantan bek Spanyol Cesar Azpilicueta kepada BBC One menilai Oyarzabal kini semakin nyaman bermain sebagai penyerang tengah setelah sebelumnya lebih sering beroperasi di sisi sayap kanan.
Peran Lamine Yamal Tak Tergantikan
Meski Oyarzabal mencuri perhatian melalui dua golnya, kontribusi Lamine Yamal tetap menjadi bagian penting dari keberhasilan Spanyol membongkar pertahanan Austria.
Baca Juga: Hasil 32 Besar Piala Dunia, Amerika Serikat 2-0 Bosnia: Balogun Pahlawan Sekaligus Pesakitan
Kemampuan menggiring bola dan menarik perhatian beberapa pemain bertahan membuat ruang bagi Oyarzabal terbuka lebih lebar untuk menyelesaikan peluang.
Mantan gelandang Jerman Thomas Hitzlsperger kepada BBC menjelaskan kehadiran pemain seperti Lamine Yamal membuat rekan setim memperoleh lebih banyak ruang sehingga Oyarzabal dapat memanfaatkannya menjadi gol.
Secara statistik, Oyarzabal juga mencatat sejarah sebagai pemain Spanyol pertama yang mencetak dua gol dalam satu laga fase gugur Piala Dunia sejak Emilio Butragueño melakukannya pada babak 16 besar Piala Dunia 1986.
Bangkit dari Cedera, Kini Jadi Andalan
Perjalanan Oyarzabal menuju panggung Piala Dunia tidak berlangsung mudah setelah ia gagal tampil di Piala Dunia 2022 akibat cedera anterior cruciate ligament (ACL) pada lutut kirinya.
Baca Juga: Hasil 32 Besar Piala Dunia, Belgia 3-2 Senegal: Singa Teranga Tersingkir lewat Penalti Kontroversial
Empat tahun kemudian, ia kembali dengan performa terbaik dan menjadi ujung tombak utama Spanyol dalam upaya meraih gelar juara dunia.
Oyarzabal pernah mengungkapkan naluri mencetak golnya mulai terbentuk sejak masih bermain hoki ketika kecil karena selalu yakin peluang berikutnya akan datang meski gagal memanfaatkan kesempatan sebelumnya.
Mentalitas tersebut kini terlihat dalam setiap penampilannya sebagai penyerang yang lebih banyak mengandalkan penempatan posisi dibanding terlalu lama menguasai bola.
Spanyol Kian Percaya Diri
Spanyol sempat ditahan imbang tanpa gol oleh debutan Tanjung Verde pada laga pembuka, tetapi performa mereka terus meningkat hingga memastikan tiket ke babak 16 besar.
Mantan penyerang Inggris Dion Dublin menilai Spanyol masih memiliki kualitas yang belum sepenuhnya dikeluarkan sehingga tetap menjadi ancaman besar bagi lawan berikutnya, baik Portugal maupun Kroasia.
Dengan kombinasi kreativitas Lamine Yamal, ketajaman Oyarzabal, serta pertahanan yang belum kebobolan, Spanyol kini menunjukkan keseimbangan yang membuat mereka layak diperhitungkan sebagai calon juara Piala Dunia 2026. (*)
Editor : Efprizan