PONTIANAK POST – Entraineur Prancis Didier Deschamps merasakan deja vu saat menghadapi Paraguay dalam babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Minggu (5/7) (siaran langsung TVRI Nasional /TVRI Sport pukul 04.00 WIB).
Dalam babak yang sama 28 tahun silam, Deschamps sebagai kapten Prancis merasakan susahnya mengalahkan Paraguay di Stade Felix-Bollaert (sekarang Stade Bollaert-Delelis), Lens.
Dalam Piala Dunia 1998 , Les Bleus –julukan Prancis– sebagai tuan rumah harus menunggu sampai menit ke-114 babak perpanjangan waktu hingga terciptanya golden goal oleh Laurent Blanc.
Dilansir dari RMC Sport, Deschamps menyebut drama Stade Fellix-Bollaert bisa saja terulang. Terlebih, Los Guaranies –julukan Paraguay– dalam konfidensi tinggi setelah menyingkirkan juara empat kali Jerman pada babak 32 besar via adu penalti (4-3).
Baca Juga: Tanjung Verde Pulang dengan Kepala Tegak: Lionel Messi Cetak Rekor Piala Dunia
”Aku mengamatinya dan aku pikir itu bukan kebetulan. Paraguay sudah menunjukkan ancaman bagi kami,” ucap Didi –sapaan akrab Deschamps.
Gaya Main Serupa
Menurut Deschamps, Paraguay di Piala Dunia 2026 memiliki gaya permainan mirip dengan Paraguay di Piala Dunia 1998. Yakni, bermain cenderung bertahan dan lebih mengandalkan serangan balik.
”Mereka tim yang khas Amerika Latin, yang kuat dalam duel, dan sangat gigih. Tidak ada tim yang lolos ke 16 besar Piala Dunia karena kebetulan,” tutur Deschamps.
Terpisah, gelandang serang Paraguay Julio Enciso berkoar bisa meneruskan kejutan saat lawan Jerman dalam laga kontra Prancis.
Baca Juga: Mesir Singkirkan Australia Lewat Adu Penalti, Cetak Sejarah ke 16 Besar Piala Dunia 2026
”Kami tidak takut dengan siapa pun. Jika Jerman bisa kami lewati, kami pun bisa melakukannya melawan Prancis,” ucap pemain yang di Piala Dunia kali ini dimainkan sebagai false nine tersebut kepada ABC.
Chila dalam Bidikan Gill
Jose Luis Chilavert adalah kiper legendaris Paraguay di Piala Dunia. Chila –sapaan akrab Chilavert– tujuh kali tampil dalam Piala Dunia 1998 dan 2002 dengan kebobolan tujuh kali dan nirbobol dua kali. Chila total mencatatkan 26 kali penyelamatan.
Jumlah tersebut memang masih jauh dari portero Paraguay di Piala Dunia 2026, Orlando Gill. Saat ini Gill mencatatkan 19 kali penyelamatan.
Meski begitu, melihat ancaman lini serang Prancis yang menakutkan, tujuh saves untuk menyamai rekor Chila bisa dicapai Gill.
Baca Juga: Yamal Tegaskan Piala Dunia Baru Dimulai, Spanyol Siap Hadapi Portugal di 16 Besar
”Aku akan melakukan segalanya di Piala Dunia,” ucap Gill kepada Diario AS. Setidaknya, kiper San Lorenzo berusia 26 tahun itu bisa menunjukkan bahwa jadi kiper hebat tidak harus banyak bicara. Seperti kritik Chila kepadanya.
Sarung Tangan Rp898 Ribu
Saat mengalahkan Jerman, Gill mementahkan dua eksekusi penalti Jerman, Kai Havertz dan Nick Woltemade. Di balik aksi kiper dengan 10 caps tersebut, ternyata ada sarung tangan yang harganya ”hanya” USD 50 atau Rp 898 ribu. Sarung tangan tersebut merupakan sarung tangan cadangan.
Sarung tangan utama Gill sudah dia lelang saat dia memerlukan dana besar untuk kesehatan buah hatinya, Lautaro Daniel, pada September 2025. Selain sarung tangan kiper, Gill juga menjual jersey hingga sepatu bola kesayangannya.
”Dia sudah menjual semuanya. Bahkan, dia sama sekali tidak memikirkan barang yang harusnya dia simpan sebagai kenang-kenangan. Anak kami berjuang untuk hidupnya dan ayahnya selalu berada di sisinya,” ungkap Melissa Avalos, istri Gill, dalam unggahan di Instagram. (ren/dns)
Perkiraan Pemain dan Skor
KANADA (4-4-2): 16-Crepeau (g); 2-Johnston, 15-Bombito, 13-Cornelius, 22-Laryea; 17-Buchanan, 25-Saliba, 7-Eustaquio (c), 14-Shaffelburg; 10-David, 12-Oluwaseyi
Pelatih: Jesse Marsch
MAROKO (4-2-3-1): 1-Bounou (g); 2-Hakimi (c), 14-Diop, 18-Riad, 3-Mazraoui; 24-El Aynaoui, 6-Bouaddi; 10-Diaz, 8-Ounahi, 23-El Khannouss; 11-Saibari
Pelatih: Mohamed Ouahbi
Wasit: Michael Oliver (Inggris)
Stadion: NRG Stadium, Houston
Siaran langsung:TVRI pukul 00.00 WIB
Skor: Paraguay 1-2 Prancis
Editor : Efprizan