PONTIANAK POST - Legenda Inggris Alan Shearer meyakini Timnas Inggris tidak akan gentar menghadapi tuan rumah Meksiko di Stadion Azteca pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 meski harus bermain di tengah tekanan puluhan ribu suporter, atmosfer ikonik, dan ketinggian Mexico City, Senin (6/7) pukul 07.00 WIB.
Menurut Shearer, pertandingan di stadion legendaris justru menjadi momen yang selalu diimpikan setiap pesepak bola sehingga para pemain Inggris seharusnya menikmati tantangan tersebut, bukan takut menghadapinya.
"Ketika pertandingan dimulai, semua pembicaraan akan berhenti. Jika Inggris fokus pada permainan, bukan pada suasananya, saya yakin mereka akan menang," kata Shearer kepada BBC Sport.
Azteca Dinilai Bukan Ancaman bagi Inggris
Shearer mengakui Inggris akan menghadapi kondisi berbeda dibanding empat laga sebelumnya karena mayoritas penonton diperkirakan mendukung Meksiko.
Ia menilai atmosfer, ketinggian stadion, hingga tekanan dari publik tuan rumah memang akan menyulitkan, tetapi itulah tantangan yang harus dinikmati para pemain.
"Bermain di Stadion Azteca pada Piala Dunia dengan jutaan penonton yang menyaksikan adalah impian setiap pemain sejak kecil," ujarnya.
Shearer juga tidak terlalu mempersoalkan kemungkinan gangguan yang dialami Inggris menjelang pertandingan, seperti kebisingan dari suporter atau pesta kembang api yang kerap terjadi sebelum laga penting.
"Itu memang mengganggu, tetapi pemain profesional harus menerimanya dan tetap fokus. Hal seperti itu juga sering terjadi sebelum pertandingan Liga Inggris," katanya.
Baca Juga: Maroko Tak Terkalahkan dalam 34 Laga, Kini Layak Disebut Kandidat Juara Piala Dunia 2026
Ia juga menilai rekor kandang Meksiko di Azteca yang hanya dua kali kalah dalam 89 pertandingan kompetitif sejak 1966 layak dihormati, namun bukan berarti mustahil dipatahkan.
Tuchel Diminta Tepat Menentukan Susunan Pemain
Shearer menilai pelatih Thomas Tuchel masih memiliki beberapa keputusan penting sebelum laga dimulai, terutama di posisi bek kanan yang akan menghadapi ancaman Julian Quiñones.
Menurutnya, Djed Spence bisa memberikan keseimbangan bertahan lebih baik, meski kontribusi menyerang mungkin sedikit berkurang.
Di sektor sayap, Shearer berharap Anthony Gordon mendapat kesempatan tampil sejak menit pertama setelah tampil impresif sebagai pemain pengganti saat menghadapi Republik Demokratik Kongo.
Baca Juga: Kanada Tersingkir di Piala Dunia, Jesse Marsch Tetap Bangga Meski Dibungkam Maroko 3-0
Sementara itu, persaingan di sisi kanan masih terbuka antara Noni Madueke dan Bukayo Saka.
Namun, Shearer meminta Tuchel tidak mengubah komposisi lini tengah yang diisi Declan Rice, Elliot Anderson, dan Jude Bellingham karena dinilai memberikan keseimbangan terbaik bagi permainan Inggris.
Ia juga mengingatkan Inggris agar tidak kembali mengawali pertandingan dengan lambat seperti saat melawan Republik Demokratik Kongo.
"Jika kembali tertinggal lebih dulu, akan jauh lebih sulit untuk bangkit menghadapi tim seperti Meksiko," ujarnya.
Baca Juga: Jadwal 16 Besar Piala Dunia 2026: Brasil dan Argentina Hadapi Jalur Terjal, Prancis Diunggulkan
Prancis Masih Favorit Juara
Selain membahas peluang Inggris, Shearer tetap menempatkan Prancis sebagai kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026.
Ia menilai penampilan Les Bleus sepanjang turnamen belum mengubah prediksinya sejak sebelum kompetisi dimulai.
"Prancis masih menjadi tim yang harus dikalahkan," katanya.
Shearer juga tetap menjagokan Kylian Mbappe sebagai calon peraih Sepatu Emas karena diyakini akan membawa Prancis melangkah jauh di turnamen.
Baca Juga: Kolombia Singkirkan Ghana, Tantang Swiss di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Meski demikian, ia berharap Harry Kane mampu terus bersaing dalam perebutan gelar pencetak gol terbanyak, dimulai dengan tampil tajam saat menghadapi Meksiko.
Di sisi lain, Shearer memberikan apresiasi kepada Tanjung Verde yang dinilainya menjadi kisah terbesar turnamen setelah mampu memberikan perlawanan sengit kepada Argentina meski akhirnya harus tersingkir.
Ia menilai perjuangan negara Afrika tersebut membuktikan bahwa tim nonunggulan mampu bersaing di level tertinggi sepak bola dunia. (*)
Editor : Efprizan