Babak delapan besar menghadirkan kombinasi laga sarat gengsi, kejutan, dan pertarungan antargenerasi, termasuk duel Lionel Messi melawan Swiss serta pertemuan dua raksasa Eropa, Spanyol kontra Belgia.
Delapan Negara Lolos ke Perempat Final
Argentina menjadi tim terakhir yang lolos setelah melakukan comeback dramatis mengalahkan Mesir 3-2 dari posisi tertinggal dua gol berkat inspirasi Lionel Messi dan gol penentu Enzo Fernández.
Swiss menyusul beberapa jam kemudian usai menyingkirkan Kolombia 4-3 melalui adu penalti setelah bermain imbang tanpa gol selama 120 menit, sekaligus mencapai perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954.
Sebelumnya, Prancis menundukkan Paraguay 1-0, Maroko menghentikan langkah tuan rumah Kanada 3-0, Norwegia membuat kejutan dengan menyingkirkan Brasil 2-1, Inggris mengalahkan Meksiko 3-2, Spanyol menaklukkan Portugal 1-0, sedangkan Belgia tampil meyakinkan saat mengalahkan Amerika Serikat 4-1.
Keberhasilan Swiss, Norwegia, dan Maroko menjadi bukti bahwa Piala Dunia 2026 tidak lagi hanya dikuasai negara-negara tradisional, melainkan juga memberi ruang bagi tim yang mampu tampil disiplin dan konsisten.
Jadwal Perempat Final (WIB)
Seluruh jadwal berikut merupakan konversi ke Waktu Indonesia Barat (WIB).
| Pertandingan | Tanggal (WIB) | Waktu WIB | Stadion |
|---|---|---|---|
| Prancis vs Maroko | Jumat, 10 Juli 2026 | 03.00 WIB | Boston Stadium |
| Spanyol vs Belgia | Sabtu, 11 Juli 2026 | 02.00 WIB | Los Angeles Stadium |
| Norwegia vs Inggris | Minggu, 12 Juli 2026 | 04.00 WIB | Miami Stadium |
| Argentina vs Swiss | Minggu, 12 Juli 2026 | 08.00 WIB | Kansas City Stadium |
Jadwal tersebut mengacu pada kalender resmi FIFA setelah seluruh pertandingan babak 16 besar selesai dimainkan.
Baca Juga: Swiss Menang Adu Penalti atas Kolombia, Tantang Argentina di Perempat Final Piala Dunia 2026
Big Match: Spanyol vs Belgia
Pertemuan Spanyol melawan Belgia dipandang banyak pengamat sebagai laga paling berimbang di babak perempat final.
Spanyol datang dengan modal pertahanan terbaik setelah menyingkirkan Portugal, sedangkan Belgia tampil sangat tajam ketika menghancurkan Amerika Serikat dengan skor 4-1.
Sejumlah media internasional menilai duel ini menjadi pertarungan dua tim dengan kualitas kolektif terbaik di turnamen sehingga diprediksi berlangsung terbuka dan ditentukan efektivitas penyelesaian akhir.
Argentina Dianggap Mendapat Lawan Paling Ringan
Di atas kertas, Argentina menjadi tim unggulan yang memperoleh lawan dengan peringkat dan pengalaman turnamen paling sedikit dibandingkan tim unggulan lain.
Baca Juga: Messi Gagal Penalti Lagi, Argentina Bangkit Singkirkan Mesir
Swiss memang baru saja menorehkan sejarah dengan mencapai perempat final pertama sejak 1954, tetapi harus menguras tenaga selama 120 menit melawan Kolombia sebelum menang melalui adu penalti.
Pakar sepak bola Amerika Selatan, Tim Vickery, menilai kondisi fisik itu bisa menjadi keuntungan Argentina.
"Hari ini Swiss tidak terlalu mengesankan. Mereka harus bermain penuh selama 120 menit sehingga saya rasa Argentina menjadi tim yang lebih diuntungkan," ujar Vickery kepada BBC.
Meski demikian, Argentina tetap tidak boleh lengah karena Swiss datang dengan pertahanan yang solid dan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Kolombia.
Mental Juara Argentina Jadi Sorotan
Pelatih Argentina Lionel Scaloni menegaskan kemenangan atas Mesir menunjukkan karakter utama timnya.
"Ketika keadaan tidak berjalan sesuai harapan, tidak hanya ada satu cara untuk menang. Dibutuhkan kerja keras, intensitas, keberanian, dan semangat. Tim ini selalu memiliki itu," kata Scaloni dilansir ESPN setelah laga.
Komentar tersebut menjadi gambaran mengapa Argentina masih dianggap kandidat terkuat mempertahankan gelar bersama Spanyol dan Prancis.
Di sisi lain, Norwegia, Maroko, dan Swiss membawa harapan baru bagi negara yang belum pernah mengangkat trofi Piala Dunia sehingga babak perempat final kali ini tidak hanya menjadi pertarungan para favorit, tetapi juga panggung bagi lahirnya sejarah baru sepak bola dunia. (*)