PONTIANAK POST - Di tengah gemerlap karier sebagai salah satu pesepak bola terbaik dunia, Erling Haaland tetap mempertahankan kebiasaan sederhana dengan rutin mengunjungi restoran Tionghoa langganan masa kecilnya setiap kali pulang ke Bryne, Norwegia.
Restoran bernama Wen Hua House itu menjadi tempat yang menyimpan banyak kenangan bagi penyerang Manchester City tersebut sejak masih kanak-kanak.
Tempat Penuh Kenangan
Pemilik Wen Hua House, Hui Zhu Wang, mengatakan Haaland sudah menjadi pelanggan tetap sejak kecil.
"Dia sudah datang ke sini bersama keluarganya sejak kecil," kata Wang saat mengenang awal perkenalannya dengan Haaland.
Baca Juga: Jelang Norwegia vs Inggris: Haaland Minta Dunia Tekan The Three Lions
Menurut Wang, meski kini berstatus bintang sepak bola dunia, Haaland tidak pernah mengubah kebiasaannya.
Setiap pulang ke Bryne, pemain berusia 25 tahun itu masih menyempatkan diri menikmati hidangan di restoran yang sama bersama keluarganya.
Tetap Rendah Hati
Di tengah gaya hidup pesepak bola elite yang identik dengan restoran mewah, Haaland justru memilih kembali ke tempat yang penuh kenangan.
Ayam asam manis dan bebek disebut Wang sebagai menu favorit Haaland sejak kecil hingga sekarang.
Baca Juga: Jelang Norwegia vs Inggris: Cedera Marc Guehi Bikin Thomas Tuchel Cemas
Lebih dari sekadar pelanggan setia, Haaland juga dikenal ramah kepada para pengunjung yang mengenalinya.
Menurut Wang, hampir setiap kali ada penggemar meminta foto atau tanda tangan, Haaland selalu meluangkan waktu untuk memenuhi permintaan tersebut.
Sikap rendah hati itu membuat banyak warga Bryne tetap melihatnya sebagai sosok yang sama seperti sebelum menjadi bintang dunia.
Hadiah untuk Restoran Favorit
Sebagai bentuk apresiasi kepada restoran yang menjadi bagian dari masa kecilnya, Haaland pernah menghadiahkan dua jersey bertanda tangan.
Baca Juga: Prediksi Skor Norwegia vs Inggris: The Three Lions Dijagokan Lolos ke Semifinal
Salah satu jersey tersebut kini dipajang dalam bingkai di dalam restoran dan menjadi kebanggaan Wen Hua House.
Bagi keluarga Wang, hadiah itu bukan sekadar memorabilia, melainkan simbol hubungan panjang yang tetap terjaga meski Haaland telah mencapai puncak karier sepak bola.
Kisah ini menunjukkan bahwa kesuksesan tidak membuat Erling Haaland melupakan akar kehidupannya. Di balik deretan gol, trofi, dan popularitas yang diraih, ia tetap menjaga hubungan dengan tempat yang menyimpan kenangan masa kecil serta orang-orang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. (*)
Editor : Efprizan