PONTIANAK POST - Manchester United diyakini akan memiliki lini tengah yang lebih kuat jika transfer Youri Tielemans dari Aston Villa resmi rampung, tetapi sejumlah pengamat menilai Setan Merah masih membutuhkan satu gelandang bertahan murni agar komposisi tim benar-benar seimbang.
Kehadiran Tielemans dipandang sebagai solusi instan berkat pengalaman panjangnya di Liga Inggris bersama Leicester City dan Aston Villa, sementara kedatangan Andrey Santos memberi tambahan energi dan prospek jangka panjang di sektor tengah.
Emmanuel Petit Ingatkan Besarnya Tekanan di Old Trafford
Legenda Arsenal dan Timnas Prancis, Emmanuel Petit, mengatakan kualitas Tielemans sudah tidak perlu diperdebatkan, tetapi tantangan sesungguhnya adalah mampu tampil konsisten di bawah tekanan besar sebagai pemain Manchester United.
Dalam wawancara dengan talkSPORT, Petit menilai banyak pemain berkualitas mengalami penurunan performa ketika bergabung dengan United karena ekspektasi publik dan sorotan media jauh lebih besar dibanding klub lain.
"Yang akan menentukan bukan hanya kualitas tekniknya, tetapi juga kemampuan menghadapi tekanan di Manchester United," ujar Petit.
Pandangan Petit menegaskan bahwa keberhasilan Tielemans tidak hanya bergantung pada kemampuan mengolah bola, melainkan juga kekuatan mental untuk tampil stabil di setiap pertandingan.
Siap Memberi Dampak Instan
Analis Sky Sports, Sam Blitz dan William Bitibiri, menyebut Tielemans sebagai gelandang yang sudah terbukti di Premier League sehingga hampir tidak memerlukan masa adaptasi.
Menurut analisis mereka, pemain Belgia itu memiliki keunggulan dalam mengatur tempo permainan, mengalirkan umpan progresif, membantu pembangunan serangan dari lini belakang, serta mengancam lewat tembakan jarak jauh.
Pengalaman bermain di kompetisi Inggris membuat risiko kegagalan transfer dinilai lebih kecil dibanding mendatangkan pemain dari liga lain.
Sementara itu, The Guardian melaporkan perekrutan Tielemans menunjukkan perubahan pendekatan Manchester United yang kini lebih memilih pemain berpengalaman dan siap memberikan dampak langsung setelah sebelumnya gagal mendapatkan Ederson.
Kombinasi Tielemans dan Santos Dinilai Menjanjikan
Apabila Tielemans resmi bergabung, Manchester United diperkirakan memiliki opsi lini tengah yang dihuni Bruno Fernandes, Kobbie Mainoo, Manuel Ugarte, Mason Mount, Andrey Santos, dan Tielemans.
Komposisi tersebut menawarkan kreativitas lebih besar melalui Bruno Fernandes dan Tielemans, mobilitas tinggi dari Mainoo serta Santos, sekaligus kedalaman skuad untuk menghadapi padatnya jadwal Liga Inggris dan Liga Champions.
Baca Juga: Karl Darlow Kenakan Nomor 12 di Manchester United, Warisi Nomor Bersejarah
Namun, secara taktis masih terdapat kekurangan karena Tielemans bukan gelandang bertahan murni.
Selama membela Aston Villa, performa terbaiknya justru muncul ketika didampingi gelandang bertipe defensif yang mampu memutus serangan lawan sehingga ia dapat fokus mengatur ritme permainan sebagai deep-lying playmaker atau gelandang box-to-box.
Fabrizio Romano: Manchester United Masih Incar Satu Gelandang
Pakar transfer Fabrizio Romano mengungkapkan Manchester United belum menghentikan aktivitas belanja pemain meski telah mendatangkan Andrey Santos dan berada di ambang merekrut Tielemans.
Menurut Romano, manajemen masih memburu satu gelandang lagi, selain striker, bek kiri, dan bek tengah untuk melengkapi kebutuhan skuad musim 2026/2027.
Baca Juga: Karl Darlow Resmi Gabung Manchester United, Dua Kiper Bersiap Tinggalkan Old Trafford
Informasi tersebut memperkuat indikasi bahwa klub masih mencari sosok gelandang nomor enam yang mampu memenangkan duel, memutus serangan lawan, melindungi lini belakang, sekaligus mendistribusikan bola dari area pertahanan.
Jika profil tersebut berhasil didatangkan, Tielemans diyakini bisa bermain lebih leluasa sebagai pengatur serangan tanpa harus memikul beban bertahan secara penuh.
Dari sisi kualitas individu, duet Andrey Santos dan Youri Tielemans merupakan peningkatan signifikan dibanding musim lalu, tetapi keseimbangan lini tengah Manchester United dinilai baru akan benar-benar tercapai apabila klub mampu menambah satu gelandang bertahan berkualitas, sebagaimana sinyal yang disampaikan Fabrizio Romano dan analisis sejumlah pengamat sepak bola internasional. (*)
Editor : Efprizan