Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Dendam Sejarah Dua Negara, Inggris-Argentina Berebut TIket Final

Aristono Edi Kiswantoro • Selasa, 14 Juli 2026 | 22:42 WIB
Lionel Messi merayakan golnya saat Argentina mengalahkan Yordania 3-1 dan memastikan posisi juara grup Piala Dunia 2026. (IG@leomessi)
Lionel Messi merayakan golnya saat Argentina mengalahkan Yordania 3-1 dan memastikan posisi juara grup Piala Dunia 2026. (IG@leomessi)

 

PONTIANAK POST - Semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Kamis (16/7) pukul 02.00 WIB, bukan sekadar perebutan satu tiket ke final. Pertemuan dua raksasa sepak bola dunia ini kembali membangkitkan rivalitas yang telah berlangsung lebih dari tujuh dekade, mulai dari sejarah Perang Falklands (Malvinas), gol kontroversial "Tangan Tuhan" Diego Maradona, hingga sederet duel panas yang selalu meninggalkan cerita.

Meski pelatih Argentina Lionel Scaloni berupaya meredam tensi pertandingan dengan menyebut duel tersebut "hanya laga sepak bola", atmosfer yang menyelimuti semifinal justru menunjukkan sebaliknya.

Di tribun maupun ruang ganti Argentina, lagu La Cuarta Estrella atau "Bintang Keempat" terus berkumandang sebagai simbol tekad mempertahankan gelar sekaligus memburu trofi dunia keempat.

"Ini hanyalah laga sepak bola, titik. Jangan mencari hal-hal yang lain," ujar Scaloni.

Namun, bagi publik Argentina maupun Inggris, pertandingan ini jauh melampaui urusan taktik. Luka sejarah Perang Malvinas pada 1982, duel legendaris Maradona di Piala Dunia 1986, hingga persaingan panjang kedua negara membuat setiap pertemuan selalu sarat emosi.

Messi Akhirnya Bertemu Inggris

Di balik rivalitas tersebut, laga ini juga menjadi momen istimewa bagi Lionel Messi. Pada usia 39 tahun, kapten Argentina itu akhirnya akan menghadapi tim nasional Inggris untuk pertama kalinya sepanjang karier internasionalnya.

"Menghadapi Inggris akan menjadi pertandingan yang spesial karena saya belum pernah bermain melawan mereka. Inggris adalah salah satu kekuatan besar sepak bola dunia dan selalu menyenangkan menghadapi tim seperti itu," kata Messi.

Megabintang Inter Miami itu juga memburu jejak idolanya, Diego Maradona, yang sukses membawa Argentina tampil pada dua final Piala Dunia secara beruntun, yakni 1986 dan 1990. Messi telah mengantar Argentina menjadi juara pada edisi 2022 dan kini berpeluang mengulang pencapaian tersebut.

Di sisi lain, Inggris datang dengan harapan mengakhiri penantian gelar dunia sejak 1966. Kapten Harry Kane menilai generasi saat ini hanya tinggal selangkah lagi mengubah perjalanan panjang Three Lions menjadi sejarah.

"Ini periode paling sukses bagi tim nasional kami. Sekarang kami ingin mengambil langkah terakhir," ujar Kane.

Bellingham Mengejar Rekor Maradona

Sorotan lain tertuju kepada Jude Bellingham. Gelandang Real Madrid itu menjadi motor permainan Inggris setelah mencetak dua gol saat menghadapi Meksiko di babak 16 besar dan kembali memborong dua gol ke gawang Norwegia pada perempat final.

Brace beruntun tersebut membuat Bellingham menyamai catatan Diego Maradona yang pernah mencetak dua gol dalam dua laga fase gugur Piala Dunia.

"Luar biasa bisa menyamai Maradona, tetapi dia sepuluh juta kali lebih hebat daripada saya," ujar Bellingham.

Legenda Inggris John Terry bahkan menyebut Bellingham mulai mengingatkannya pada sosok Zinedine Zidane.

"Saya melihat dia seperti Zidane. Dia pemain kelas dunia dan sedang mengangkat Inggris melewati masa-masa sulit," kata Terry dalam FIFA Podcast.

Pendapat serupa disampaikan mantan gelandang Brasil Gilberto Silva yang menilai Bellingham memiliki kemampuan tampil menentukan di pertandingan besar, sebagaimana Zidane pada masa jayanya.

Sama-sama Lolos dengan Susah Payah

Baik Inggris maupun Argentina tidak mencapai semifinal dengan mudah.

Inggris harus melewati perlawanan sengit Republik Demokratik Kongo, Meksiko, dan Norwegia. Bahkan dua laga terakhir diselesaikan melalui perpanjangan waktu.

Argentina pun mengalami penderitaan serupa. La Albiceleste dipaksa bekerja keras menghadapi Tanjung Verde, Mesir, hingga Swiss sebelum memastikan tiket semifinal.

Perjalanan yang menguras fisik dan mental tersebut membuat kedua pelatih sama-sama mengakui timnya belum tampil sempurna.

"Kami kesulitan dan masih banyak yang harus diperbaiki," ujar Scaloni usai mengalahkan Swiss.

Thomas Tuchel juga mengkritik permainan Inggris meski berhasil lolos.

"Hasilnya luar biasa, tetapi saya tidak puas dengan penampilan kami. Kami terlalu banyak melakukan kesalahan teknis dan membuat pertandingan menjadi sulit bagi diri sendiri," katanya.

Meski demikian, Kane justru melihat kondisi tersebut sebagai modal positif.

"Kalau kami sudah mencapai semifinal dan masih bisa berkembang, itu pertanda baik," ujarnya.

Adu Mental Penentu

Perjalanan penuh drama membuat banyak pihak meyakini semifinal kali ini tidak hanya ditentukan kualitas teknik maupun strategi.

Bellingham menyebut kekuatan terbesar Inggris justru terletak pada mentalitas.

"Sepak bola bukan hanya soal teknik atau taktik. Yang terbesar adalah bagaimana Anda menghadapi kesulitan. Tim ini sudah menunjukkan kami mampu melakukannya," katanya.

Messi pun mengungkapkan semangat yang sama.

"Skuad ini tidak pernah berhenti bersaing dan terus mengejar lebih banyak lagi," ujar kapten Argentina tersebut.

Rekor Sempurna Argentina

Secara statistik, Argentina memiliki catatan impresif di semifinal Piala Dunia. La Albiceleste selalu menang dalam enam penampilan sebelumnya, yakni pada edisi 1930, 1978, 1986, 1990, 2014, dan 2022.

Sebaliknya, Inggris baru sekali lolos ke final, yakni saat menjadi juara dunia pada 1966. Setelah itu, Three Lions dua kali gagal melewati semifinal pada 1990 dan 2018.

Kedua tim juga sama-sama memiliki penjaga gawang spesialis adu penalti. Jordan Pickford memenangkan satu adu penalti Piala Dunia bersama Inggris, sedangkan Emiliano Martinez telah dua kali menjadi pahlawan Argentina dari titik putih.

Bila duel kembali berlangsung hingga babak tambahan atau adu penalti, perang urat saraf diperkirakan menjadi penentu siapa yang akan menyusul pemenang laga Prancis kontra Spanyol ke partai final. (ars)

 

 

PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN

INGGRIS VS ARGENTINA

INGGRIS (4-2-3-1)
Kiper: 1 Jordan Pickford (g)
Belakang: 25 Djed Spence, 2 Ezri Konsa, 6 Marc Guehi, 3 O'Reilly
Tengah: 8 Elliot Anderson, 4 Declan Rice
Serang: 7 Bukayo Saka, 10 Jude Bellingham, 18 Anthony Gordon
Depan: 9 Harry Kane (c)

Pelatih: Thomas Tuchel
Jersey pemain: Putih
Jersey kiper: Kuning

 

ARGENTINA (4-1-3-2)
Kiper: 23 Emiliano Martinez (g)
Belakang: 26 Nahuel Molina, 13 Cristian Romero, 6 Lisandro Martinez, 3 Nicolas Tagliafico
Gelandang bertahan: 5 Leandro Paredes
Tengah: 7 Rodrigo De Paul, 24 Enzo Fernandez, 20 Alexis Mac Allister
Depan: 10 Lionel Messi (c), 9 Julian Alvarez

Pelatih: Lionel Scaloni
Jersey pemain: Biru tua
Jersey kiper: Hijau

 
Wasit: Ismail Elfath (Amerika Serikat)
Stadion: Mercedes-Benz Stadium, Atlanta
Siaran langsung: TVRI Nasional/TVRI Sport, Kamis (16/7) Pukul 02.00 WIB

 

 

Relasi Sepak Bola Inggris–Argentina

Sejarah

 

Tim Nasional

Antarklub

 

Fakta Menarik

Inggris

Argentina

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
semifinal Piala Dunia 2026 inggris vs argentina maradona sejarah messi