PONTIANAK POST - Manchester United mendapatkan lebih dari sekadar gelandang setelah merampungkan transfer Youri Tielemans dari Aston Villa, karena pemain asal Belgia itu datang dengan pengalaman lebih dari 650 pertandingan profesional, mental juara, dan reputasi sebagai pemimpin di dalam maupun luar lapangan.
Pemain berusia 29 tahun tersebut bergabung ke Old Trafford setelah membangun karier panjang bersama Anderlecht, AS Monaco, Leicester City, dan Aston Villa, sekaligus memenuhi ekspektasi besar yang telah melekat sejak masih remaja di Belgia.
Dari Wonderkid Belgia ke Old Trafford
Tielemans sudah menjadi sorotan sejak menjalani debut bersama Anderlecht sebelum genap berusia 16 tahun.
Mantan playmaker Anderlecht, Pär Zetterberg, bahkan pernah menyebut Tielemans sebagai talenta luar biasa ketika usianya baru 17 tahun.
Baca Juga: Youri Tielemans Resmi Gabung Manchester United, Pakai Nomor Ikonik Legenda Klub Paul Scholes
"Tielemans adalah fenomena. Tidak banyak pemain yang lebih baik darinya," kata Zetterberg, dikutip dari Manchester Evening News.
Mantan pelatih akademi Anderlecht, Mohammed Ouahbi, juga menilai sejak awal Tielemans merupakan pemain yang memiliki potensi besar.
"Kami selalu tahu Tielemans adalah talenta hebat. Setiap ada yang bertanya siapa pemain yang akan sukses, namanya selalu menjadi jawaban pertama saya," ujarnya.
Legenda Belgia, Paul Van Himst, menambahkan kemampuan teknik dan visi bermain Tielemans membuat lawan sering melakukan kesalahan.
Baca Juga: Andrey Santos dan Tielemans Datang, Lini Tengah Manchester United Langsung Membaik? Ini Analisisnya
"Dengan kualitas yang dimilikinya, ia mampu memaksa lawan berbuat kesalahan. Ia bisa mengirim umpan jauh dan memulai serangan. Usianya bukan masalah karena ia akan terus berkembang," kata Van Himst.
Prediksi tersebut akhirnya menjadi kenyataan setelah Tielemans berhasil menembus salah satu klub terbesar di Eropa, Manchester United.
Berkembang Menjadi Gelandang Modern
Perjalanan Tielemans tidak selalu mulus.
Sempat dianggap gagal memenuhi ekspektasi saat bermain untuk AS Monaco, kariernya justru bangkit ketika dipinjamkan ke Leicester City pada Januari 2019.
Baca Juga: Karl Darlow Kenakan Nomor 12 di Manchester United, Warisi Nomor Bersejarah
Leicester kemudian mempermanenkan statusnya dengan nilai transfer sekitar 35 juta poundsterling.
Ia membayar kepercayaan tersebut dengan mencetak gol kemenangan pada final Piala FA 2021 melawan Chelsea, salah satu momen paling bersejarah dalam kariernya.
Setelah Leicester terdegradasi pada 2023, Aston Villa merekrutnya secara bebas transfer.
Di bawah pelatih Unai Emery, Tielemans berkembang menjadi gelandang yang lebih komplet, terutama dalam aspek bertahan dan pemahaman taktik.
Baca Juga: Karl Darlow Resmi Gabung Manchester United, Dua Kiper Bersiap Tinggalkan Old Trafford
"Saya lebih matang sekarang. Pelatih menambahkan banyak hal dalam permainan saya sehingga saya menjadi pemain yang lebih lengkap," ujar Tielemans kepada Sky Sports.
Ia mengatakan kemampuannya menghadapi tekanan lawan, membaca ruang, serta memenangkan duel meningkat pesat selama bekerja bersama Emery.
Solusi Kreatif dan Pemimpin Baru MU
Manchester United menilai kualitas teknik Tielemans menjadi salah satu alasan utama merekrutnya.
Kemampuannya melepas umpan progresif di bawah tekanan diyakini dapat mengurangi beban Bruno Fernandes dalam membangun serangan.
Baca Juga: Manchester United Siapkan Tawaran untuk Manu Koné, Roma Buka Peluang Lepas Gelandang Prancis
Tielemans juga dikenal memiliki kebiasaan melakukan scanning atau mengamati situasi di sekeliling sebelum menerima bola, sebuah kebiasaan yang membuat pengambilan keputusannya lebih cepat.
"Semakin sering melakukannya saat latihan, semakin alami ketika bermain. Bahkan terkadang saya bercanda masih melakukan scanning saat berjalan di jalan," kata Tielemans.
Di luar kemampuan teknis, faktor kepemimpinan menjadi nilai tambah yang membuat Manchester United bergerak cepat mengaktifkan klausul pelepasannya senilai 35 juta poundsterling.
Pelatih tim nasional Belgia, Rudi Garcia, menyebut keputusan memberikan ban kapten kepada Tielemans mendapat dukungan penuh dari pemain maupun staf pelatih.
Baca Juga: Manchester United Dinilai Menang di Bursa Transfer, Gagal Rekrut Fernandes Justru Jadi Keuntungan
"Ada kesepakatan penuh antara staf dan para pemain. Ia menjadi penghubung antara generasi emas Belgia dan para pemain muda," kata Garcia.
Sebelumnya, Tielemans juga dipercaya mengenakan ban kapten Leicester City pada musim terakhirnya bersama klub tersebut.
Meski telah memainkan lebih dari 650 pertandingan profesional, Tielemans merasa kondisinya masih sangat prima.
"Saya masih merasa muda dan segar. Saya bersyukur dengan perjalanan karier ini dan menantikan tantangan berikutnya," ujar Tielemans.
Kehadiran Tielemans memberi Manchester United tambahan kualitas, pengalaman, dan karakter kepemimpinan yang dibutuhkan untuk bersaing memperebutkan gelar pada musim 2026/2027. (*)
Editor : Efprizan