PONTIANAK POST – Pertandingan Prancis vs Inggris pada perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026 bukan sekadar penentuan tim peraih posisi ketiga. Duel di Hard Rock Stadium, Minggu (19/7) pukul 04.00 WIB, menjadi laga perpisahan Didier Deschamps setelah 14 tahun memimpin Timnas Prancis.
Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) telah memastikan Deschamps mengakhiri masa jabatannya seusai Piala Dunia 2026. Pelatih berusia 57 tahun itu meninggalkan Les Bleus dengan warisan sebagai salah satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Prancis.
Menutup Era Emas Les Bleus
Deschamps menangani Prancis sejak 2012 dan membangun kembali kekuatan Les Bleus di panggung internasional.
Selama memimpin 186 pertandingan, ia mencatatkan 122 kemenangan, 32 hasil imbang, dan 32 kekalahan. Prestasinya meliputi gelar juara Piala Dunia 2018, membawa Prancis menjadi finalis Piala Dunia 2022, serta kembali mengantarkan tim mencapai semifinal pada edisi 2026.
Meski gagal melaju ke final usai dikalahkan Spanyol, Deschamps menegaskan timnya tetap memiliki tanggung jawab menyelesaikan turnamen dengan hasil terbaik.
"Tentu saja kami kecewa karena gagal melangkah ke final. Laga ini tidak akan mengubah hidup para pemain, tetapi kami tetap harus menyelesaikan tanggung jawab ini," ujar Deschamps seperti dikutip RMC Sport.
Perpisahan Sejumlah Pemain Senior
Selain menjadi laga terakhir Deschamps, pertandingan ini juga diperkirakan menjadi penampilan pamungkas beberapa pemain senior Prancis.
Gelandang bertahan N'Golo Kante berpeluang mencatat penampilan ke-70 bersama Les Bleus apabila dimainkan sejak menit pertama. Bek Lucas Hernandez juga diproyeksikan tampil sebagai starter.
Menurut L'Equipe, keduanya diperkirakan mengakhiri perjalanan bersama tim nasional setelah Piala Dunia 2026.
Legenda Prancis Thierry Henry menilai Kante seharusnya memperoleh menit bermain lebih banyak sepanjang turnamen.
"Dia lebih cocok untuk pertandingan dengan intensitas tinggi," ujar Henry.
Inggris Ingin Akhiri Kutukan Laga Hiburan
Di kubu Inggris, pertandingan ini menjadi kesempatan terakhir menutup Piala Dunia dengan kemenangan setelah kalah 1-2 dari Argentina pada semifinal.
Berbeda dengan Deschamps, masa depan Thomas Tuchel masih aman. Pelatih asal Jerman itu masih terikat kontrak hingga Euro 2028 dan tetap mendapat dukungan Federasi Sepak Bola Inggris (FA).
Menurut The Athletic, FA hanya dapat mengakhiri kontrak Tuchel apabila Inggris gagal mencapai perempat final Piala Dunia 2026. Jika kontrak diputus lebih awal, federasi harus membayar kompensasi hingga dua kali lipat dari gaji tahunan Tuchel yang mencapai lima juta poundsterling.
"Kami akan melanjutkan perjalanan menuju Euro di kandang sendiri pada 2028. Saya menantikannya, meski saat ini masih sulit memikirkan sejauh itu," kata Tuchel.
Dua Era, Dua Kisah Berbeda
Pertandingan di Miami Gardens juga menjadi gambaran kontras perjalanan dua kekuatan sepak bola Eropa.
Selama Deschamps menangani Prancis sejak 2012, Inggris telah berganti tiga pelatih, mulai Roy Hodgson, Gareth Southgate, hingga Thomas Tuchel.
Stabilitas tersebut berbuah konsistensi prestasi. Dalam 26 pertandingan Piala Dunia, Deschamps membukukan 20 kemenangan dengan persentase kemenangan mencapai 83,3 persen.
Sebaliknya, tiga pelatih terakhir Inggris hanya mencatat persentase kemenangan gabungan sebesar 54,5 persen dari 22 pertandingan.
Bukan Sekadar Posisi Ketiga
Bagi Prancis, pertandingan ini menjadi kesempatan terakhir memberikan penghormatan kepada sosok yang membawa Les Bleus kembali menjadi kekuatan utama sepak bola dunia selama lebih dari satu dekade.
Sementara bagi Inggris, kemenangan akan menjadi penutup positif sekaligus modal membangun kepercayaan diri menuju Euro 2028.
Apa pun hasilnya, duel Prancis kontra Inggris akan dikenang bukan karena perebutan peringkat ketiga, melainkan sebagai akhir dari era Didier Deschamps bersama Les Bleus. **
PRANCIS vs INGGRIS
Perebutan Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026
Minggu, 19 Juli 2026 | 04.00 WIB
Hard Rock Stadium, Miami Gardens
Live: TVRI Nasional & TVRI Sport
ANGLE UTAMA
Laga Terakhir Didier Deschamps Bersama Les Bleus
DIDIER DESCHAMPS DALAM ANGKA
- Menangani Prancis sejak 2012
- 186 pertandingan
- 122 menang
- 32 seri
- 32 kalah
- Juara Piala Dunia 2018
- Runner-up Piala Dunia 2022
- Semifinalis Piala Dunia 2026
- Persentase kemenangan Piala Dunia: 83,3%
YANG DIPERTARUHKAN
PRANCIS
- Perpisahan Didier Deschamps
- Penampilan terakhir beberapa pemain senior
- Menutup era emas dengan kemenangan
INGGRIS
- Bangkit setelah kalah dari Argentina
- Mengakhiri turnamen dengan podium
- Modal menuju Euro 2028 bersama Thomas Tuchel
FAKTA MENARIK
14 Tahun
Deschamps membangun era baru sepak bola Prancis.
3 Pelatih Inggris
Selama Deschamps melatih Prancis, Inggris berganti dari Roy Hodgson, Gareth Southgate, hingga Thomas Tuchel.
122 Kemenangan
Menjadikannya salah satu pelatih tersukses dalam sejarah Les Bleus.
QUOTE
"Kami tetap harus menyelesaikan tanggung jawab ini."
Didier Deschamps
HEAD TO HEAD PELATIH
| Didier Deschamps | Thomas Tuchel |
|---|---|
| 14 tahun melatih Prancis | Mulai menangani Inggris 2025 |
| Juara Piala Dunia 2018 | Target Euro 2028 |
| Laga terakhir bersama Les Bleus | Masih terikat kontrak hingga 2028 |
Editor : Aristono Edi Kiswantoro