Herdman Tebar Asa Akhiri Kutukan 30 Tahun, Garuda Bidik Awal Sempurna

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 23:25 WIB
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memimpin sesi latihan di Training Center Bali United, Pantai Purnama, Gianyar, Bali, Kamis (23/7/2026).  (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

 

PONTIANAK POST – Misi mengakhiri penantian panjang selama 30 tahun tanpa gelar Piala AFF kembali dimulai malam ini. Timnas Indonesia akan menghadapi Kamboja pada laga perdana Grup A ASEAN Hyundai Cup 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7), dengan tekad membuka turnamen lewat kemenangan yang bisa menjadi fondasi menuju trofi pertama.

Laga yang disiarkan langsung RCTI pukul 20.30 WIB itu menjadi ujian awal bagi era baru di bawah pelatih John Herdman. Dalam empat pertandingan internasional pertamanya, pelatih asal Inggris tersebut menunjukkan perkembangan positif dengan membawa Indonesia meraih tiga kemenangan, satu kekalahan, serta tiga kali clean sheet.

 

Awal Baru Menuju Gelar Pertama

Piala AFF telah berlangsung selama tiga dekade. Selama periode tersebut, Indonesia enam kali mencapai final, tetapi selalu gagal membawa pulang trofi.

Kini, Herdman mendapat kesempatan mengakhiri catatan tersebut. Sejak ditunjuk menangani Garuda, ia mulai membangun fondasi permainan yang lebih solid.

Indonesia mengalahkan Saint Kitts and Nevis (4-0), Oman (3-0), serta Mozambik (1-0), sebelum kalah tipis 0-1 dari Bulgaria. Statistik itu menunjukkan keseimbangan antara produktivitas lini depan dan organisasi pertahanan.

Tiga kali nirbobol menjadi indikator bahwa sistem permainan yang diinginkan Herdman mulai terbentuk.

Chemistry Jadi Modal Utama

Selama hampir tiga pekan menjalani pemusatan latihan di Bali, Herdman tidak hanya mengasah aspek teknis, tetapi juga membangun hubungan antarpemain.

"Mengenai persiapan, semuanya berjalan baik. Para pemain membangun ikatan selama berada di Bali. Semangat tim sangat bagus. Secara taktis kami melihat adanya perkembangan. Tim semakin kompak, baik di dalam maupun di luar lapangan," ujar Herdman.

Pelatih berusia 50 tahun itu sengaja tidak memanggil sebagian besar pemain Indonesia yang berkarier di Eropa. Hanya Marselino Ferdinan dan Justin Hubner yang bergabung karena keterbatasan agenda FIFA Matchday.

Keputusan tersebut diambil agar skuad yang mengikuti pemusatan latihan sejak awal memiliki kesempatan membangun identitas permainan secara utuh.

Nadeo: Kami Datang untuk Juara

Kiper Timnas Indonesia Nadeo Argawinata mengatakan seluruh rangkaian latihan di Bali diarahkan untuk memperkuat komunikasi dan kekompakan tim.

"Dengan hadirnya Coach John, fokus kami selama di Bali adalah membangun koneksi, baik antarpemain, pemain dengan pelatih, maupun seluruh orang di dalam tim. Fondasi itu sangat penting bagi timnas saat ini," katanya.

Target tim pun tidak berubah.

"Untuk hasilnya, ya pasti kami ingin juara. Setelah 30 tahun, kami ingin mengangkat trofi. Semoga itu bisa terwujud pada edisi kali ini," tegas Nadeo.

Kamboja Datang dengan Waktu Persiapan Singkat

Di kubu lawan, pelatih Kamboja Koji Gyotoku mengakui timnya berada dalam kondisi kurang ideal setelah baru menjalani laga pembuka Grup A melawan Singapura yang berakhir dengan kekalahan 1-2.

Waktu persiapan yang singkat membuat timnya harus segera beradaptasi sebelum menghadapi Indonesia.

"Kami tidak memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan pertandingan melawan Indonesia. Setelah pertandingan melawan Singapura, kami langsung melakukan perjalanan ke sini. Tentu ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit, tetapi kami akan memberikan segalanya," ujar Gyotoku.

Meski demikian, pelatih asal Jepang itu meminta anak asuhnya segera melupakan hasil buruk pada laga pertama.

"Kami tidak mendapatkan hasil yang kami inginkan saat melawan Singapura. Sekarang fokus kami sepenuhnya beralih ke pertandingan berikutnya melawan Indonesia," katanya.

Herdman Minta Garuda Fokus pada Diri Sendiri

Herdman menilai Indonesia harus lebih dulu memastikan perkembangan permainannya tetap berada di jalur yang benar daripada terlalu memikirkan kekuatan lawan.

"Hal yang paling penting pada tahap perkembangan kami saat ini adalah diri kami sendiri. Kami harus percaya pada langkah-langkah yang telah kami ambil. Pertandingan uji coba melawan Bali United menunjukkan kemajuan yang bagus. Besok adalah tentang melanjutkan kemajuan itu," ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa Kamboja tetap berbahaya karena sudah memiliki ritme pertandingan.

"Kamboja adalah tim yang terorganisasi dan sangat disiplin. Mereka akan sulit dihadapi. Namun, fokus kami tetap pada identitas taktik, chemistry, koneksi, dan semangat tim," katanya.

Herdman juga masih menunggu hasil pemeriksaan kondisi Marselino Ferdinan yang mengalami benturan saat latihan.

"Marselino anak yang tangguh. Kami akan melihat hasil tes kebugarannya. Secara mental dia sangat kuat dan sudah sangat ingin bermain," ungkapnya.

Data resmi ASEAN Football Federation (AFF) mencatat Indonesia menjadi negara dengan jumlah penampilan final terbanyak tanpa pernah meraih gelar juara. Sejak turnamen bergulir pada 1996, skuad Garuda enam kali menjadi runner-up, yakni pada edisi 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020.

Rekam jejak itu menunjukkan konsistensi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Asia Tenggara, sekaligus menjadi motivasi besar untuk mengakhiri penantian gelar pada ASEAN Hyundai Cup 2026.

Head to Head Indonesia vs Kamboja

Statistik Indonesia Kamboja
Posisi Grup Laga Perdana Sudah bermain
Rekor 4 laga terakhir 3 menang, 1 kalah Kalah 1-2 dari Singapura
Clean Sheet 3 -
Target Juara AFF pertama Bangkit usai kalah

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
ASEAN Hyundai Cup 2026 Piala AFF 2026 Indonesia vs Kamboja John Herdman Timnas Indonesia