Hansi Flick Kelebihan Stok Pemain Kreatif: Siapa Korban Saat Gordon, Rapinha dan Fermin Menyala?

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:32 WIB
Anthony Gordon mengikuti sesi latihan bersama rekan-rekan setimnya dalam persiapan Barcelona menghadapi musim 2026/2027. Pada dua laga awal La Liga 2026/2027, permainan pemain Inggris ini menuai pujian penggemar.
(FOTO: FCBARCELONA.COM)
Anthony Gordon mengikuti sesi latihan bersama rekan-rekan setimnya dalam persiapan Barcelona menghadapi musim 2026/2027. Pada dua laga awal La Liga 2026/2027, permainan pemain Inggris ini menuai pujian penggemar. (FOTO: FCBARCELONA.COM)

 

PONTIANAK POST — Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menghadapi dilema yang berbeda pada musim 2026/2027. Bukan kekurangan pemain, melainkan banyaknya pemain berkualitas yang bersaing mendapatkan tempat di Starting XI.

Persaingan paling menarik terlihat di lini depan dan tengah. Anthony Gordon dan Raphinha menjadi dua opsi penting di sektor sayap, sementara Rodri, Pedri, Gavi, Frenkie de Jong, Dani Olmo, dan Fermín López membuat pilihan di lini tengah semakin beragam. 

Persaingan Ketat di Sektor Sayap

Di sisi kanan, Lamine Yamal tetap menjadi salah satu pemain utama Barcelona. Persoalan Flick justru muncul ketika menentukan kombinasi terbaik di lini depan setelah kedatangan sejumlah pemain baru.

Anthony Gordon menjadi salah satu tambahan penting. Barcelona mengumumkan winger Inggris itu bergabung dari Newcastle United pada Mei 2026 dengan kontrak hingga 2031.

Gordon langsung menunjukkan kontribusinya pada awal musim. Dalam kemenangan 5-0 Barcelona atas Elche pada laga pembuka LaLiga, ia memberikan assist kepada Fermín López untuk salah satu gol Barcelona. 

Anthony Gordon kembali mencuri perhatian publik Camp Nou setelah tampil impresif bersama Barcelona di laga kedua. Winger asal Inggris itu mendapat standing ovation saat Barcelona mengalahkan Athletic Bilbao 2-0, Jumat (28/8/2026) dini hari WIB.

Gordon tampil sebagai starter di posisi winger kiri. Selama 80 menit di lapangan, pemain yang didatangkan dari Newcastle United itu mampu merepotkan pertahanan Bilbao melalui kecepatan dan pergerakannya.

Raphinha juga memberikan alasan kuat untuk tetap menjadi pilihan utama. Kapten Barcelona itu mencetak dua gol saat mengalahkan Elche 5-0. Data LaLiga mencatat Raphinha mengoleksi dua gol dan satu assist setelah pertandingan tersebut. 

Persaingan tersebut semakin menarik karena Raphinha kembali mencetak gol ketika Barcelona mengalahkan Athletic Club 2-0 pada laga kandang pertama musim ini. Fermín juga mencetak gol dalam pertandingan tersebut. 

 

Rodri Menambah Pilihan di Lini Tengah

Dilema Flick juga menjalar ke lini tengah. Barcelona kini memiliki Rodri, Pedri, Gavi, Frenkie de Jong, Dani Olmo, Fermín López, Marc Casadó, dan Marc Bernal sebagai opsi di sektor tersebut. 

Kedatangan Rodri menjadi salah satu perubahan terbesar. Barcelona mengumumkan gelandang asal Spanyol itu bergabung dari Manchester City pada 18 Agustus 2026 dengan kontrak hingga 30 Juni 2030. 

Rodri kemudian masuk skuad untuk pertandingan kandang melawan Athletic Club. Itu menjadi pemanggilan pertamanya oleh Flick dalam pertandingan kompetitif di Spotify Camp Nou. 

Pertandingan tersebut juga memperlihatkan bahwa Flick memiliki banyak alternatif kreatif. Pedri, Fermín, Dani Olmo, Gavi, dan pemain lain tersedia dalam skuad pertandingan melawan Athletic. 

Di sinilah tantangan taktik muncul. Flick tidak sekadar harus memilih pemain dengan kualitas individu terbaik, tetapi juga menemukan kombinasi yang menjaga keseimbangan antara penguasaan bola, progresi serangan, kreativitas, dan perlindungan terhadap lini belakang.

Siapa Layak Jadi Starter?

Persaingan internal tidak otomatis menjadi masalah. Justru kedalaman skuad dapat memberi Flick lebih banyak pilihan ketika menghadapi lawan dengan karakter berbeda.

Pada dua pertandingan awal LaLiga, Barcelona sudah menunjukkan adanya rotasi. Melawan Athletic Club, misalnya, Flick melakukan tiga perubahan dari tim yang menang 5-0 atas Elche dan memberikan debut kandang kepada Gordon. Rodri juga masuk sebagai pemain pengganti. 

Situasi itu menunjukkan bahwa persaingan tidak hanya ditentukan oleh siapa yang paling terkenal. Performa, kebutuhan pertandingan, kebugaran, dan karakter lawan dapat memengaruhi keputusan Flick.

Jadwal Padat Membuka Ruang Rotasi

Jadwal kompetisi juga dapat menjadi alasan bagi Flick untuk memaksimalkan kedalaman skuad.

Barcelona harus membagi tenaga antara LaLiga, Liga Champions, Copa del Rey, dan kompetisi lainnya. Pada Liga Champions 2026/2027, format fase liga melibatkan 36 klub dan setiap tim memainkan delapan pertandingan. 

Kalender LaLiga sendiri mencakup 38 pertandingan bagi setiap klub sepanjang musim. 

Dengan jadwal tersebut, rotasi bukan sekadar pilihan. Pengelolaan menit bermain menjadi bagian penting dari upaya menjaga kebugaran pemain sepanjang musim.

Barcelona juga akan menghadapi pertandingan Liga Champions yang menuntut perjalanan dan intensitas tinggi. Karena itu, kemampuan Flick menjaga kualitas tim ketika melakukan rotasi akan menjadi salah satu faktor penting dalam persaingan musim ini.

Kemewahan yang Harus Dikelola

Kedalaman skuad memberikan Flick lebih banyak solusi. Namun, banyaknya pemain berkualitas juga membuat setiap keputusan Starting XI menjadi sorotan.

Raphinha sudah menunjukkan produktivitas sejak awal musim. Gordon juga langsung memberikan kontribusi. Di lini tengah, Rodri hadir bersama Pedri, Gavi, De Jong, Olmo, dan Fermín. 

Bagi Flick, tantangannya bukan sekadar menemukan 11 pemain terbaik. Ia harus menemukan 11 pemain yang paling tepat untuk setiap pertandingan.

Itulah berkah sekaligus persoalan Barcelona pada musim 2026/2027. Skuad yang lebih dalam memberi Flick banyak senjata, tetapi juga menuntut ketepatan dalam memilih, merotasi, dan menjaga seluruh pemain tetap memiliki peran.

Tiga Formasi Terbaik Barcelona Musim 2026/2027

Kedalaman skuad Barcelona membuat Hansi Flick memiliki beberapa kombinasi menarik. Setelah dua pertandingan LaLiga, termasuk kemenangan 2-0 atas Athletic Bilbao, bentuk 4-3-3 menjadi salah satu opsi paling masuk akal. Dalam laga tersebut, Raphinha dimainkan sebagai penyerang tengah, Gordon menjalani debut sebagai starter, sedangkan Rodri masuk sebagai pemain pengganti.

1. 4-3-3: Gordon, Raphinha, dan Yamal

Joan García/Livakovic
Koundé – Araújo – Cubarsí – Balde
Rodri – Pedri – De Jong
Lamine Yamal – Raphinha – Anthony Gordon

Ini merupakan kombinasi yang paling menarik jika Flick ingin memaksimalkan kecepatan di kedua sisi.

Gordon ditempatkan sebagai winger kiri, Yamal di kanan, sedangkan Raphinha bergerak sebagai penyerang tengah. Pola ini sudah memiliki preseden karena Raphinha dimainkan sebagai striker dalam awal musim 2026/2027.

Rodri menjadi jangkar yang menjaga keseimbangan. Pedri dan De Jong dapat membantu progresi bola sekaligus memberikan suplai kepada tiga pemain depan.

Kelebihan: kecepatan, pressing, dan fleksibilitas posisi.
Kekurangan: Raphinha bukan penyerang tengah natural sehingga efektivitasnya sebagai No. 9 perlu terus diuji.

2. 4-2-3-1: Gordon dan Yamal di Belakang Raphinha

Joan García/Livakovic
Koundé – Araújo – Cubarsí – Balde
Rodri – De Jong
Lamine Yamal – Dani Olmo – Anthony Gordon
Raphinha

Dalam skema ini, Flick bisa menempatkan tiga pemain kreatif di belakang Raphinha.

Yamal dapat bergerak dari kanan ke tengah. Gordon tetap memperoleh ruang dari kiri, sementara Olmo beroperasi sebagai pemain nomor 10.

Rodri dan De Jong menjadi dua gelandang yang menjaga keseimbangan ketika keempat pemain depan bergerak agresif.

Kelebihan: banyak pemain kreatif di area final third.
Kekurangan: membutuhkan disiplin tinggi dari Yamal, Gordon, dan Olmo ketika Barcelona kehilangan bola.

3. 4-3-3 Lebih Kreatif: Fermín, Pedri, dan Rodri

Joan García/Livakovic
Koundé – Araújo – Cubarsí – Balde
Rodri – Pedri – Fermín López
Lamine Yamal – Raphinha – Anthony Gordon

Ini bisa menjadi opsi paling agresif.

Fermín mendapatkan peran lebih maju dari lini tengah untuk masuk ke kotak penalti. Pedri menjadi penghubung permainan, sedangkan Rodri bertugas menjaga struktur.

Di depan, Gordon dan Yamal memberikan ancaman dari kedua sayap dengan Raphinha bergerak lebih sentral.

Menariknya, Fermín sudah mencetak gol dalam kemenangan 2-0 atas Athletic Bilbao, sementara Raphinha juga mencetak gol pada laga tersebut.

Kelebihan: agresif, dinamis, dan memiliki banyak pemain yang mampu masuk ke kotak penalti.
Kekurangan: lini tengah bisa kehilangan kontrol jika Fermín terlalu sering meninggalkan posisinya.

Gordon Jadi Bagian Penting dari Puzzle Flick

Tiga skema tersebut memperlihatkan satu hal: kedatangan Gordon bukan sekadar menambah pemain di sayap kiri.

Ia memberi Flick opsi untuk mengubah karakter serangan tanpa harus mengganti struktur secara ekstrem. Gordon bisa menjadi winger kiri dalam 4-3-3, pemain sisi kiri dalam 4-2-3-1, atau menjadi bagian dari trio penyerang yang bergerak dinamis.

Sementara itu, kehadiran Rodri memberi Flick fondasi baru di lini tengah. Barcelona resmi mendatangkan gelandang Spanyol itu dari Manchester City pada Agustus 2026, dan ia sudah menjalani debutnya sebagai pemain pengganti melawan Athletic.

Jadi, masalah Flick musim ini bukan lagi mencari 11 pemain berkualitas. Masalahnya adalah memilih 11 pemain yang paling cocok untuk setiap pertandingan.

Dan Gordon, setelah mendapat sambutan positif di Camp Nou, kini punya peluang besar untuk menjadi salah satu jawaban atas teka-teki tersebut. FC Barcelona sendiri mencatat Gordon mendapat sambutan meriah saat presentasi skuad 2026/2027 di Camp Nou.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Barcelona vs Athletic Bilbao Anthony Gordon Barcelona Anthony Gordon Camp Nou Hansi Flick Barcelona Formasi terbaik Barcelona 2026/2027