PONTIANAK POST - Gian Piero Gasperini menghadapi mantan klubnya Atalanta ketika AS Roma menjamu tim asuhan Maurizio Sarri pada giornata ketiga Serie A 2026/27 di Stadio Olimpico, Sabtu (5/9/2026).
Pertandingan Roma vs Atalanta dijadwalkan berlangsung pukul 20.45 CEST atau Minggu (6/9) pukul 01.45 WIB (live Antv dan Vidio), dengan kedua tim sama-sama mengoleksi enam poin dari dua laga awal.
Gasperini meninggalkan Atalanta setelah sembilan tahun sebelum mengambil alih Roma, sedangkan laga ini juga mempertemukan kembali Marten de Roon dengan klub yang telah dibelanya selama bertahun-tahun setelah gelandang Belanda tersebut pindah ke Roma pada akhir Agustus.
Gasperini Hadapi Atalanta
Roma datang dengan catatan sempurna setelah menghancurkan Fiorentina dan Lecce dengan skor identik 4-0, sedangkan Atalanta meraih kemenangan 2-1 atas Sassuolo dan 1-0 atas Bologna.
Donyell Malen menjadi pusat perhatian Roma setelah mencetak lima gol dalam dua pertandingan, termasuk tiga gol saat menghadapi Fiorentina dan dua gol ketika bertandang ke Lecce.
Baca Juga: Prediksi Inter Milan vs Napoli di Liga Italia: Chivu Tolak Dejavu, Allegri Kembali Jadi Ancaman
Gasperini menyebut pertandingan melawan Atalanta bukan sekadar pertemuan dengan masa lalu, tetapi ujian kualitas bagi Roma yang akan menghadapi banyak klub papan atas dalam periode awal musim.
“Ini bukan sekadar ujian kedewasaan, karena tim ini sudah menunjukkan bahwa mereka memilikinya, melainkan ujian kekuatan dan kualitas,” kata Gasperini seperti dikutip situs resmi AS Roma.
Pelatih Roma tersebut juga menyebut laga melawan Atalanta sebagai pertandingan yang dapat menentukan perjalanan mereka menuju kompetisi Eropa.
Sarri Akui Roma Kandidat Scudetto
Atalanta tidak datang dengan modal buruk karena Sarri berhasil membawa klub meraih enam poin dari dua pertandingan Serie A pertamanya, meski penampilan tim belum sekuat hasil yang diperoleh.
Atalanta masih beradaptasi dengan perubahan sistem permainan Sarri, sementara kemenangan atas Bologna baru ditentukan lewat gol Lazar Samardzic pada menit-menit akhir.
Baca Juga: Prediksi Skor dan Susunan Pemain Rayo Vallecano vs Racing: Emil Audero Berpeluang Debut di LaLiga
Sarri sendiri mengakui Roma sudah memiliki keuntungan karena Gasperini telah bekerja bersama skuad tersebut selama lebih dari satu tahun.
“Kami menghadapi tim yang sudah bekerja bersama selama 13 atau 14 bulan, mereka sudah kuat dan semakin diperkuat,” ujar Sarri seperti dimuat situs resmi Atalanta.
Sarri bahkan menilai Roma memiliki kapasitas untuk bertahan dalam persaingan Scudetto hingga akhir musim.
“Mereka adalah tim yang siap bersaing memperebutkan gelar dan saya akan terkejut jika Roma tidak berada dalam persaingan Scudetto sampai akhir,” kata Sarri.
Baca Juga: Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Atletico Madrid di LaLiga: Jonathan David Jadi Senjata Baru Simeone
De Roon Belum Jadi Starter
Kepulangan De Roon ke Olimpico sebagai pemain Roma menjadi salah satu cerita menarik karena ia membuat 445 penampilan bersama Atalanta sebelum pindah ke ibu kota Italia.
Namun, Gasperini memberi sinyal De Roon belum akan menjadi starter karena pemain tersebut dan beberapa rekrutan baru lainnya masih membutuhkan waktu untuk mencapai kondisi terbaik.
“De Roon, Balerdi, dan para pemain baru membutuhkan waktu untuk mencapai kondisi puncak,” kata Gasperini.
Gasperini juga menegaskan tidak ada hierarki permanen di lini tengah sehingga De Roon harus bersaing dengan Manu Koné, Bryan Cristante, dan Niccolò Pisilli.
Di kubu Atalanta, Franck Kessié menjadi kandidat starter setelah masuk pada akhir bursa transfer, sedangkan Jonathan Rowe juga berpeluang mendapatkan kesempatan sejak awal.
Baca Juga: Prediksi Nottingham Forest vs Tottenham di Liga Inggris: Menanti Debut Daniel Munoz dan Mudryk
Prediksi Starting Lineup
Roma (3-4-2-1): Mile Svilar; Gianluca Mancini, Daniele Ghilardi, Mario Hermoso; Víctor M. Molina, Manu Koné, Bryan Cristante, Wesley; Paulo Dybala, Rodrigo Mora; Donyell Malen.
Atalanta (4-3-3): Marco Carnesecchi; Raoul Bellanova, Odilon Kossounou, Giorgio Scalvini, Lorenzo Bernasconi; Lazar Samardzic, Franck Kessié, Éderson; Charles De Ketelaere, Gianluca Scamacca, Jonathan Rowe.
Pasar 1X2 dan Prediksi Skor
Pada pasar 1X2, Betfair menempatkan Roma sebagai favorit dengan probabilitas sekitar 57 persen, sedangkan Atalanta berada di sekitar 19 persen dan peluang imbang 25 persen.
Angka tersebut sejalan dengan performa awal kedua tim karena Roma mencetak delapan gol tanpa kebobolan, sementara Atalanta hanya menghasilkan tiga gol tetapi juga baru kebobolan sekali di Serie A.
Sports Mole memprediksi Roma menang 2-1, dengan alasan performa kandang Giallorossi dan ketajaman Malen dapat menjadi pembeda dalam duel yang diperkirakan ketat.
Baca Juga: Manchester City vs Coventry di Liga Inggris: Enzo Fernandez Siap Debut, Ini Prediksi Skor dan Lineup
Sementara itu, analisis Betfair juga mengarah kepada kemenangan Roma dan menyebut opsi skor kemenangan 2-1, 3-1, atau 4-1 sebagai kombinasi hasil yang dipertimbangkan.
Prediksi Pontianak Post: Roma 2-1 Atalanta.
Roma lebih meyakinkan dalam dua pertandingan awal, memiliki Malen yang sedang tajam, serta bermain di Olimpico, tetapi Atalanta memiliki kualitas untuk mencetak gol dan membuat laga berlangsung ketat. (*)
| Sumber | Prediksi Skor |
|---|---|
| Sports Mole | Roma 2-1 Atalanta |
| Betfair | Roma 2-1 Atalanta |
| Pontianak Post | Roma 2-1 Atalanta |
Editor : Efprizan