Dukungan bisa berbentuk apa saja. Menjelang Imlek dan Cap Go Meh ini misalnya. Boleh saja antar keluarga saling kirim makanan (kue keranjang) atau minuman. Tetapi, beda dukungan Vihara Tri Dhrama Pemangkat untuk Imlek dan Cap Go Meh di daerah tetangganya tersebut.
Fahrozy, PEMANGKAT
Empat ekor replika naga dari Vihara Tri Dharma Bumi Raya Pemangkat dikirim
ke Singkawang untuk mendukung kemeriahan pembukaan festival Imlek dan Cap Go Meh 2020 Singkawang, Kamis (23/1).
"Kami dari Vihara Tri Dharma Bumi Raya Pemangkat, mengirim empat naga ke Singkawang saat pembukaan Festival CGM 2020 di Singkawang," kata Pengurus Vihara Tri Dharma Bumi Raya Pemangkat, Atong, Kamis (23/1). Empat naga yang diutus ke Singkawang itu, lengkap dengan pemain serta peralatan lainnya. Diharapkan, bentuk partisipasi ini, menjadi ajang untuk bersama-sama meramaikan kegiatan yang ada di Singkawang.
Pemangkat dan Singkawang memang terlalu dekat, dan nyaris sama kebudayaan suku Tionghoa-nya. Beberapa tahun lalu, misalnya, perayaan Cap Go Meh di kota Pemangkat, telat sehari dari Singkawang.
Alasannya? Supaya keramaian itu tidak cepat berlalu. Disamping itu, mereka, para wisatawan yang sudah masuk ke kota Singkawang untuk melihat aksi tatung dalam perayaan Cap Go Meh, akan menunda kepulangannya sehari lagi. Dan masuk kota Pemangkat, dimana aksi tatungnya setelah pelaksanaan di Singkawang.
Dengan cara ini, tentu menguntungkan Pemangkat. Meski pun telat sehari pelaksanaannya, kunjungan ke kota mereka pun akan meningkat. Karenanya, pengunjung yang hadir berimplikasi kepada perekonomian daerah. Terutama ekonomi kecil dan menengah yang berharap hiburan tahunan tersebut.
‘’Acara cap Go Mehnya kurang lebih sama dengan di Singkawang. Ada lelang, tatung dan lainnya. Cuma, pelaksanaannya saja yang biasanya beda sehari,’’ ujar Akiong, warga Pemangkat sata ditanya tentang perayaan Imlek dan Cap Go Meh di kotanya, Pemangkat, kabupaten Sambas. (*) Editor : Administrator